Site icon Berita Kota Makassar

Menteri Agama Akan Rehab KUA Biringkanaya

MAKASSAR, BKM — Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, mencanangkan revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA). Sebanyak enam KUA yang akan menjadi model dalam pencanangan revitalisasi ini.
Peluncuran program itu oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas dilakukan di KUA Banjarnegara, Jawa Tengah,Sabtu (29/5).
Enam KUA yang menjadi percontohan itu yakni KUA Banjarnegara Jawa Tengah, KUA Kecamatan Ciawi Gebang Kabupaten Kuningan Jawa Barat, KUA Kecamatan Sewon Kaupaten Bantul DI Yogyakarta, KUA Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, KUA Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah Lampung, dan KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Khaeroni, mengakui jika dipilihnya KUA Biringkanaya lantaran memiliki fasilitas yang cukup representatif sebagai kantor pelayanan publik yang memenuhi standar pelayanan nasional, dengan luas gedung 300 m3 yang berdiri di atas tanah seluas 518 m3.

“Dan Kita di Sulsel sangat bersyukur dan berbangga, dimana salah satu dari Enam KUA yang dipilih adalah KUA Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, yang lokasi pencanangannya secara Luring dan Daring dipusatkan di KUA Banjarnegara,” kata Khaeroni, Minggu (30/5) saat dikonfirmasi perihal acara Kick Off Revitalisasi KUA Kecamatan Biringkanaya, malam tadi.
Beragam fasilitas telah dimiliki KUA Biringkanaya, diantaranya Front Office yang berfungsi sebagai ruang tunggu yang nyaman, ruang konsultasi, ruang balai nikah yang dapat digunakan sebagai ruang pernikahan bagi masyarakat. Juga terdapat penambahan fasilitas yang ramah akan penyandang disabilitas.
Selain itu di KUA Biringkanaya sudah menerapkan pelayanan berbasis digital. Beberapa pelayanan yang dapat dilakukan yakni, pencarian data pernikahan, info kebimasislaman, info Haji dan Umrah terkait perkiraan keberangkatan Haji dan jamaah Haji, juga layanan konsultasi Zakat, Hisab Rukyat serta Manasik Haji.

Diakui Kepala KUA Biringkanaya Makassar, Subhan, KUA Biringkanaya dibangun dengan dana yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara senilai Rp 1 Milyar di tahun 2016. Sehingga telah memiliki fasilitas layanan yang setara dengan standar nasional.
Menurut Subhan, pihaknya telah siap menerapkan program Revitalisasi KUA lantaran para petugas telah mendapatkan bimbingan teknis terkait hal itu dan juga telah menerapkan program Pusaka Sakinah, yang merupakan syarat penerapan program.
“Kami berusaha memaksimalkan tenaga, anggaran dan semua yang kami miliki untuk suksesnya pelayanan kepada masyarakat. Karenanya kami berkomitmen mewujudkan KUA Biringkanaya sebagai Pusat Layanan Keagamaan bagi Masyarakat, Kami sadar betul bahwa masyarakat dari semua lapisan berhak atas informasi dan pelayanan prima yang berkelas,” tutup Subhan. (jun)

Exit mobile version