MAROS, BKM — Kolam renang Grand Waterboom Batangase, di Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, kembali menelan korban jiwa. Seorang anak yang diidentifiaksi bernama Fahmi (7), warga Komp. Cacat Veteran BTN Pepabri Blok C No. 47 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassard, tewas tenggelam di salah satu kolam yang berada di area kawasan Grand Waterboom pada Senis siang (31/5).
General Manager Grand Town Waterboom Batangase, Musliadi Saguni, saat dikonfirmasi media, memilih bungkam dan tak memberikan jawaban apapun terkait peristiwa orang tenggelam yang sudah beberapa kali terjadi selama beberapa waktu terakhir.
Sementara itu, Kapolsek Mandai, AKP Ismail, saat dikonfirmasi via telepon membenarkan terjadinya peristiwa orang tenggelam yang terjadi di wahana kolam bermain Grand Waterboom Batangase.
”Memang benar ada orang tenggelam di wahana kolam Grand Waterboom. Saat ini anggota kami sudah melakukan olah TKP dan sekarang mereka menuju rumah duka di wilayah Sudiang, Makassar,” singkat Kapolsek Mandai, AKP Ismail.
Diketahui sejak beberapa tahun terakhir peristiwa orang tenggelam di kolam renang Waterboom Grand Town Batangase sudah sering terjadi. Salah seorang petugas kepolisian mengatakan, sebelum kejadian, sekitar pukul 13.00 wita korban Fahmi bersama orangtuanya. Asrat Yaya dan Nova bersama para kerabat lainnya, masuk ke area wahana kolam Grand Water Boom Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros.
Sekitar pukul 14.00 Wita, orangtua korban tidak melihat lagi anaknya yang lepas dari pantaunnya hingga orangtua dan kerabat yang ikut bersama-sama mulai melakukan pencarian.
”Orangtua dan kerabatnya para mencari korban dan tidak berhasil ditemukan,” ujar salah seorang petugas.
Sekitar pukul 15.00 Wita, pihak keluarga melaporkannya kepada pihak pengelola Wahana Kolam yang kemudian menyebarkan pengumuman panggilan serta melibatkan seluruh karyawan wahana kolam melakukan penyisiran.
Sekitat pukul 18.30 wita, korban berhasil ditemukan di area kolam Wibit, dalam kondisi telah meninggal dunia. ”Malam itu jenazah korban dibawa dengan menggunakan mobil Wahana Grand Water Boom menuju rumah duka di Komp. Cacat Veteran BTN Pepabri Blok C No. 47, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar,” kata salah seorang petugas Polsek Mandai.
Sementara itu, salah seorang pengunjung mengaku kasus pengunjung tewas akibat tenggelam bukan hanya kali ini. Sudah ada kasus serupa juga terjadi di kolam tersebut. Terulangnya kasus seperti ini menjadi bukti bahwa karyawan kolam renang waterboom kurang hati hati sehingga pengunjung yang datang menikmati permandian ini bisa menjadi korban.
”Seharusnya karyawan ada yang standby melihat situasi pengunjung yang ada di lokasi tersebut agar anak-anak yang masih di bawah umur dan belum tahu berenang jangan dibiarkan bermain di pinggir kolam yang dalam. Karena resikonya sangat besar. Jika seandainya ada karyawan menjaga pengunjung anak-anak yang bermain-main di pinggir kolam yang dalam, maka kejadian ini tidak akan terjadi,” kata Latif. (ari/c)
