PANGKEP, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pelaporan keuangan 2020. Predikat ini juga mencatatkan sebagai WTP kesembilan kali yang diraih secara berturut-turut.
Kabupaten Pangkep kembali meraih WTP kesepuluh pada Jumat (28/5) melalui video confrence di ruang kerja bupati Pangkep ke kantor BPK Provinsi Sulsel. Penghargaan ini disampaikan Kepala BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Wahyu Priono kepada Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, Sekkab Pangkep, Irdas, Ketua DPRD Pangkep, Haris Gani beserta Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Muh Asri dan sejumlah kepala OPD.
Satu yang paling membanggakan dari penghargaan WTP ini, yakni keberhasilan Pangkep meraih WTP secara berturut-turut selama sembilan tahun terakhir. Dimulai tahun 2012 hingga 2021. Sedangkan perolehan pertama diraih Pangkep pada tahun 2005 lalu dan putus hingga 2012 lalu.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengatakan, keberhasilan Pangkep meraih penghargaan WTP ini adalah ganjaran atas kinerja baik dari semua OPD dalam pengelolaan keuangan mereka.
”Alhamdulillah, kita sudah meraih 10 WTP, sembilan diantaranya diraih berturut-turut. Patut kita syukuri keberhasilan ini karena peran penting dari semua OPD utamanya Badan Pengelolala Keuangan Daerah dalam mengawasi pengelolaan keuangan daerah,” katanya usai menerima penghargaan tersebut.
Yusran pun mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintahan sebelumnya yang mencatatkan keberhasilan dalam pengelolaan anggaran. ”Patut kita berikan apresiasi untuk pemerintahan sebelumnya. Kita tentu berharap di periode kedepannya pengelolalaan keuangan kita semakin baik dan terus hebat,” ujarnya.
Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pangkep, Muhammad Asri, menjelaskan Pangkep meraih penghargaan WTP ini atas andil semua OPD dalam pelaporan dan penggunaan anggaran yang sangat tepat dan cepat.
Dirinya pun mengungkapkan capai 10 kali WTP ini berarti telah menyamai capaian dari Kabupaten Gowa dan Provinsi Sulsel. ”Alhamdulillah, kita saat ini menjadi kabupaten yang bisa meraih 10 WTP dan sembilan di antaranya diraih berturut-turut,” ujarnya.
Sekadar diketahui, WTP sendiri merupakan penghargaan tertinggi dari BPK untuk daerah yang dianggap terbaik dan transparan dalam pengelolaan keuangan. Dimana LKPD yang disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Penghargaan ini pun menjadi rebutan bergengsi untuk setiap daerah. (udi/c)
