Site icon Berita Kota Makassar

Andi Ishak Belum Putuskan Apakah Gabung Atau Tinggalkan Golkar

MAKASSAR, BKM–Mantan ketua harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar kabupaten Gowa Andi M Ishak belum memutuskan apakah siap bergabung dengan kepengurusan yang akan dibentuk Ambas Syam usai terpilih secara aklamasi pada musyawarah daerah (musda) yang digelar di Hotel Grand Town, Makassar, Sabtu (5/6). “Saya lihat perkembangan dan tunggu petunjuk bupati,”ujar Andi Ishak yang dimintai tanggapannya, Minggu (6/6).

Hal sama disampaikan Hoist Zulkarnain Bachtiar yang menegaskan dirinya tak ingin masuk pengurus Golkar Gowa. Mantan anggota DPRD Sulsel ini beralasan bila dirinya masih tercatat sebagai pengurus Golkar Sulsel. “Walaupun belum dilantik, tapi saya ada di SK Golkar Sulsel Provinsi sebagai wakil ketua bidang,”ujar Hoist, Minggu kemarin.
Seperti diketahui, Ambas Syam terpilih secara aklamasi menjadi ketua Golkar Gowa.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe meminta, Ambas Syam merangkul para bakal calon ketua Golkar Gowa.

Mengingat, dari sekian banyak kader, para bakal calon ketua tersebut sudah memberanikan diri maju dengan satu tujuan membesarkan Partai Golkar.
“Para calon ini mempunyai keinginan kuat untuk maju. Berarti dalam pikiran dan hatinya, adalah pribadi-pribadi yang mencintai Partai Golkar. Mereka punya semangat tidak diragukan. Mari kita ciptakan solidaritas yang sangat kuat,” harapnya.
Dirinnya juga meminta Ambas Syam dan para pengurus mulai menyisir para tokoh-tokoh Gowa untuk mengikuti pemilihan legislatif. Mengingat target kursi yang dirinya inginkan sembilan kursi, agar bisa mengusung calon kepala daerah.
“Tampilkan dan hadirkan Partai Golkar paradigma baru. Golkar saat ini tidak menjadikan kadernya sebagai sumber eksploitasi. Kalau anda memang berprestasi, anda disuka oleh masyarakat, dan memenuhi syarat-syarat berlaku, insyallah Golkar mengusung anda tanpa eksploitasi,”pintanya.
TP mengatakan, ada beberapa variabel keterpilihan Ambas Syam sebagai Ketua, diantaranya senioritasnya di Golkar. Ambas Syam dinilai matang. Punya pengendalian dan kecerdesan emosianal baik.

“Jangan biarkan ketua terpilih berkerja sendiri. Jangan juga abaikan pimpinan kecamatan yang masih punya semangat. Tapi kalau sudah tidak ada kepedulian, wajar kalau dievaluasi. Insyallah kami dari DPD I akan melakukan pemantauan sampai kepada persoalan evaluasi kinerja dari semua pengurus-pengurus yang ada,” kata TP.
Ketua MKGR Sulsel menegaskan, ketua DPD II yang terpilih tidak mutlak dicalonkan menjadi calon kepala daerah usungan Golkar. Banyak variabel transparansi yang dibutuhkan. Salah satunya hasil survei kandidat tersebut.
“Tingkat partisipasi pemilih Kabupaten Gowa cukup tinggi. Disitu nanti ditemukan siapa yang pantas menjadi kepala daerah. Dilihat dari variabel tingkat kesukaaan masyarakatnya harus tinggi. Selanjutnya tingkat keterpilihannya juga harus tinggi. Jadi Golkar adalah partai modern dan partai yang terbuka,” jelas Walo Kota Parepare dua periode ini. (rif)

Exit mobile version