MAKALE, BKM–Dua kubu bakal calon ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja masih terus memanas jelang pelaksanaan musyawarah daerah (musda).
Kubu bakal calon Yariana Somalinggi dengan kubu bakal calon Victor Datuan Batara terus bersaing usai mengikuti fit and propert test, Jumat (4/6) lalu.
Kubu Yariana Somalinggi didukung penuh bupati berkuasa Theofilus Allorerung, tentu punya target memenangkan pertarungan.
Isue yang dihembuskan kubu Victor Datuan Batara (VDB) jelang musda yang rencananya digelar di Makassar, dibantah kubu Yariana Somalinggi. Menurut Yariana jika jadwal musda belum keluar.
Ketua AMPG Tana Toraja Randan Sampe Toding menegaskan bila belum ada jadwa. Menurut Randan, juga anggota DPRD Tana Toraja, meskipun dipastikan Yariana akan head to head dengan Victor Datuan namun pertarungan sebagai ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja, sebaiknya berbesar hati menerima kondisi internal Partai Golkar, “Jangan menebar issue hoaks lantaran faktor keamanan musda harus di Makassar.
Jika Musda terkelola dengan baik dan jalankan sesuai aturan tentu semua kader berbesar hati terima siapapun terpilih ketua,”ujar Randan, Minggu (6/6).
Dijelaskan bila terjadinya dinamika menjelang musda, ada yang pro dan kontra tentu dilatarbelakangi ketidak beresan penyelenggara musda. Selain tidak transparan, juga berpihak yang berbuntut penyegelan sekretariat DPD II Golkar Tana Toraja.
“Partai Golkar yang mumpuni dan tangguh tidak lain karena struktur organisasinya tertata rapih secara berjenjang. Apalagi dengan hadirnya kader milenial yang mumpuni dan hebat penyebab partai Golkar disegani dan dihormati rival lainnya,”jelasnya.
Makanya menjelang musda Partai Golkar Tana Toraja diperparah statement Kendek Rante, anggota DPRD kubu VDB pastikan Musda (12-13/6) sangat prematur. “Bagaimana mungkin jadwal musda dipatok, sementara DPD I Golkar Provinsi Sulsel belum keluarkan surat jadwal dan pernyataan resmi,” ujar Randan.
Melihat kondisi DPD II Golkar Tana Toraja tensinya terus memanas jelang musda, tentu DPD I Golkar Sulsel tidak gegabah dan terburu-buru menetapkan jadwal. Tentu dicari waktu yang tepat sehingga hasil mediasi kubu Yariana dan VDB pasca disegel Sekretariat Golkar Tana Toraja tentu menjadi pertimbangan DPD I Sulsel musda mengedepankan asas musyawarah & mufakat.
Randan mengakui jika puncak ketegangan setelah semua pimpinan kecamatan (pincam) pendukung Yariana diganti mendadak oleh Plt Golkar Tana Toraja Lukman B.Kady. Selanjutnya Plt mengangkat pincam baru yang dikenal sebagai orang dekat VDB tanpa melalui rapat dan bukan orang domisili dikecamatan tersebut. Itukan bertentangan aturan main Golkar sesuai ARD dan ART bahkan menciderai hati kader lama Golkar. (gus/rif/c).
