MAKASSAR, BKM — Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Saidah menjelaskan, dalam dua pekan terakhir kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan. “Kecenderungan ada kenaikan. Mungkin karena musim pancaroba sekarang,” ujarnya ketika dihubungi, Kamis (3/6).
Dia mengemukakan, menghadapi kasua DBD, jangan sebatas penyemprotan atau fogging. Begitu ada kasus di suatu tempat, tindakan yang diambil adalah fogging. Padahal, kata wanita yang disapa dr Ida ini, langkah pencegahan atau antisipasi lebih penting. Caranya dengan melaksanakan 3M Plus. Kasus demam berdarah terjadi karena perilaku hidup masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.
Menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, kendi, toren air, drum dan tempat penampungan air lainnya. Saat musim hujan maupun pancaroba, kegiatan ini harus dilakukan setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama enam bulan.
Selain itu, kata dia, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi maupun drum. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).
Sementara yang dimaksud dengan plusnya adalah pencegahan tambahan dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dan langkah-langkah menjaga kebersihkan lingkungan lainnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Haji Sulsel drg Uleng Utari mengungkapkan, data terakhir ini terdapat 29 pasien DBD yang menjalani perawatan di RSUD Haji Makassar.
“Periode Januari-Maret 2021 sebanyak 29 pasien, terdiri dari anak-anak dan dewasa. Cara penularan DBD sendiri berawal dari gigitan nyamuk pembawa virus, yakni nyamuk aedes aegypti. Nyamuk yang banyak ditemukan di wilayah dengan iklim tropis dan juga sub-tropis ini merupakan salah satu sumber utama yang jadi pemicu terjadinya wabah penyakit demam berdarah dengue, seperti yang banyak terjadi saat ini,” jelas drg Uleng Utari, kemarin.
Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, pasien DBD ada empat orang. “Sekarang jumlah pasien umum yang dirawat mencapai 80 orang. Penyakit mereka beragam, mulai demam berdarah, jantung dan lainnya,” ujar Dirut RS Labuang Baji Haris Nawawi. (rhm-jun)
