Site icon Berita Kota Makassar

MNP akan Dijadikan Pelabuhan Ikonik

MAKASSAR, BKM– Direktur Teknik PT Pelindo IV, Prakosa Hadi Takariyanto, mengungkapkan, pihaknya akan menjadikan Makassar New Port (MNP) sebagai pelabuhan yang ikonik.
“Pelindo IV akan menjadikan Makassar sebagai jembatan tol perangkai ekonomi di Indonesia,” ujarnya saat mengunjungi MNP bersama Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake, akhir pekan lalu.
MNP kata dia, didesain sebagai pelabuhan internasional yang juga berkelas internasional, yang tidak kalah dengan Teluk Lamong bahkan dengan pelabuhan di Singapura.
“Nanti ke depannya, semua peralatan yang ada di MNP dioperasikan melalui sistem,” tukasnya.
Terkait penggunaan produk dalam negeri dan padat karya, Prakosa menyebutkan bahwa saat ini sekitar 80 persen material yang digunakan di MNP berasal dari Makassar, selebihnya dari luar Makassar dan sekitar 2 persen sampai 3 persen dari vendor.
Sedangkan untuk padat karya, saat ini ada 1.521 tenaga kerja yang terserap di MNP dan sekitar 80 persen merupakan padat karya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake mengatakan

pihaknya berharap agar MNP bisa berkembang lebih lanjut karena pada saat pandemi ini memang terjadi penurunan tidak hanya di sektor transportasi, perhubungan, pariwisata, tetapi hampir di semua sektor dan tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh belahan dunia.
“Nah kesempatan ini tentunya kita lakukan untuk berbenah. Untuk pelabuhan penumpang, memang ada penurunan tetapi dengan adanya inovasi dalam artian protokol kesehatan di mana ada alternatif lain selain antigen untuk alat deteksi covid-19 bagi penumpang kapal, yaitu GeNose dengan biaya yang lebih murah, ini akan mendorong kenaikan itu dapat siginifikan bisa kita kejar pada tahun 2021 ini. Itu dari sisi untuk penumpang,” terang dia.
Kemudian lanjut Ayodhia, juga pengembangan pada Makassar New Port yang sangat masif, yang akan dikembangkan sampai 1.428 hektare dan ada kawasan industri di dalamnya. Dari sana akan berkembang aksesibilitasnya, ada jalan tol juga jalan kereta api.
“Ini satu yang menjadi arahan bapak presiden adalah, pembangunan infrastruktur itu harus dapat mengembangkan, tidak hanya menghubungkan tapi mengembangkan juga ekonomi setempat. Menghubungkan kawasan-kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan ekonomi lainnya, sehingga ini akan menopang perkembangan ekonomi nasional,” jelasnya.
Dia juga meminta agar semua pihak mendukung pembangunan MNP. Jika ada beberapa masalah, harus dikoordinasikan. “Hal ini juga merupakan tugas dan fungsi kemenko, agar kami bisa memfasilitasi, mengkoordinasikan dan untuk kemudian membuat sinergi di antara kementerian dan lembaga. Jadi kita harapkan berbagai hambatan dan rintangan dalam pembangunan MNP dapat segera diselesaikan,” tukasnya.

PT Pelindo IV juga diminta untuk tidak hanya melakukan pengembangan di Makassar, tetapi mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan pelabuhan akan menjadi infrastruktur yang memainkan peranan yang sangat signifikan dan akan menjadi hub.(rhm)

Exit mobile version