PANGKEP, BKM — Bupati Pangkajene Kepulauan (Pangkep) Muh Yusran Lalogau menargetkan daerahnya zero stunting pada tahun 2026. Karena itu, sebuah program baru diluncurkan. Namanya Program Membangun Keluarga Berkualitas dengan 3M (Messo, Magala, Macca). Launchingnya dilaksanakan di tribun Lapangan Citra Mas Pangkep, Kamis (3/6).
Program Membangun Keluarga Berkualitas dengan 3M menuju Pangkep Hebat untuk mengatasi masalah stunting merupakan kolaborasi tiga dinas, yaitu Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perikanan.
Bupati Muh Yusran Lalogau menyebutkan, kasus stunting di Kabupaten Pangkep terbilang cukup tinggi. Karena itu, hal pertama yang perlu dibenahi adalah meningkatkan sumber daya manusia dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh para penyuluh KB dari DPPKB, Dinas Perikanan dan Dinas Ketahanan Pangan.
Hadir dalam acara ini Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pangkep Nurlita Wulan Purnama, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Ritamariani, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PPKB Pangkep Herlina, serta sejumlah Forkopimda Kabupaten Pangkep.
Lebih jauh Yusran menjelaskan, upaya pemerintah dalam peningkatan sumber daya manusia dilakukan dengan mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi agar kebutuhan nutrisi, vitamin dan protein dapat terpenuhi dan menjadikan keluarga semakin sehat. “Saya berharap masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan obat, agar dapat dikonsumsi” ungkap mantan ketua DPRD Pangkep ini.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Ritamariani, menjelaskan, Gerakan Membangun Keluarga Berkualitas dengan 3M oleh Pemkab Pangkep merupakan suatu hal yang luar biasa, karena secara nyata dapat mendukung program Bangga Kencana, salah satunya adalah pencegahan stunting.
Andi Rita juga sangat mengapresiasi terobosan Pemkab Pangkep yang mampu menggandeng OPD untuk berkolaborasi mendukung program Pangkep Hebat guna membangun keluarga yang berkualitas dengan 3M.
Dalam narasi Program Membangun Keluarga Berkualitas dengan 3M, disebutkan M pertama berarti Messo’, dalam bahasa Bugis yang artinya kenyang yaitu mengandung arti terpenuhi kebutuhan gizi seimbang buat anak balita dan ibu hamil. Kedua Magala berarti sehat, yaitu kondisi sehat anak balita dan ibu hamil, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan untuk hidup produktif secara sosial maupun ekonomi. Dengan terpenuhinya gizi seimbang maka anak-anak akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas. Terakhir Macca berarti cerdas, yaitu kepintaran ibu-ibu dalam memilih dan mengolah makanan bergizi serta cerdas mengasuh anak.
Plt Kepada DPPKB Pangkep Herlina menyebutkan, stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, antara lain faktor gizi buruk akibat asupan gizi yang kurang baik dari segi kuantitas maupun kualitas yang dialami oleh ibu hamil dan ibu balita. Stunting juga dipengaruhi oleh praktik pengasuhan yang kurang baik. Termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah ibu melahirkan.
Ditambahkan, untuk mengentaskan masalah stunting DPPKB berperan dalam mengedukasi calon pengantin, ibu hamil dan ibu balita terkait pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam pencegahan dan penanganan stunting. Selain itu, DPPKB mengedukasi serta mengajak masyakat mengkonsumsi makanan bergizi seperti sayuran, buah dan ikan yang banyak mengandung nutrisi dalam pencegahan dan penanganan stunting.
Selain pelaksanaan edukasi 1000 HPK, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana juga memiliki program Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), yang memiliki layanan teknis mulai dari posyandu, konseling pra nikah, Bina Keluarga Balita (BKB) , Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi dan Konseling-Remaja, hingga Pemberdayaaan Ekonomi Keluarga melalui kelompok UPPKA.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan pengukuhan kader Penting (Pencegahan Stunting) yang ditandai dengan pemasangan rompi secara simbolis oleh Andi Ritamariani. Selain itu dilakukan pula penandatanganan MoU Pelayanan KB MKJP antara DPPKB Pangkep dengan Rumah sakit Batara Siang Pangkep.
Untuk meningkatkan usaha mikrro keluarga akseptor yang tergabung dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), maka diberikan bantuan berupa mesin jahit dan BKB Kit kepada Kader Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB). Kegiatan ini juga menghadirkan pameran produk kelompok UUPKS dan Pelayanan KB MKJP untuk masyarakat. (rls)
