Site icon Berita Kota Makassar

Damkar Semprot Desinfektan Sekolah-sekolah

MAKASSAR, BKM–Pemerintah Kota Makassar terus mempersiapkan berbagai upaya untuk sekolah tatap muka.
Saat ini, Dinas Pendidikan sudah mulai turun melakukan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang sudah mengajukan permohonan tatap muka.
Selain itu, anak didik juga akan melewati proses testing sebelum ikur dalam aktifitas belajar secara langsung.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengatakan, pihaknya sementara mempersiapkan model atau metode testing yang akan dilakukan dalam pemeriksaan ara peserta didik.
Untuk testing, kata Danny pihaknya menyiapkan 200 ribu antigen.

“Kami sudah siapkan testing untuk anak. Kita akan coba buatkan metode testingnya seperti apa. Kemudian kita akan bikin aturannya jadi baku. Testing rencananya akan dilakukan bulan ini, ” ungkap Danny.
Selain itu, kata orang nomor satu Makassar ini, pihaknya memerintahkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD untuk turun ke seluruh sekolah melakukan penyemprotan desinfektan.
“Jadi minggu depan mereka mulai turun melakukan penyemprotan desinfektan, ” ungkap Danny.
Sementara itu, dari hasil verifikasi di sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Kota Makassar menemukan beberapa catatan yang harus dibenahi sebelum sekolah tatap muka dilaksanakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, kondisi sanitasi yang saat ini menjadi salah satu yang perlu ditingkatkan di skolah demi bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Tetapi sekarang kan kita masih proses verifikasi, jadi belum keseluruhan bisa terlihat apa yang masih sangat kurang di sekolah,” ujarnya.
Intinya, yang terlihat jelas saat ini, kata Nilma, pada aliran air.
“Cuman, kan tim verifikasi itu terbagi di tiap kecamatan sehingga target untuk mengetahui keseluruhan berapa lolos dan kekurangan sekolah itu nanti disekitar tanggal 20 Juni,” katanya.
Salah satu sekolah yang terverifikasi yakni SD Inpres Sambung Jawa 1. Salah satu sekolah yang siap untuk melakukan PTM.
Kepala Sekolah SD Inpres Sambung Jawa I, Sohrah M, menyampaikan, tim verifikasi telah datang ke sekolahnya. Hal yang paling diprioritaskan terkait tempat cuci tangan, toilet, serta ketersedian masker kedepan, handsanitizer,dan beberapa kelengkapan lainnya.

“Selain kelengkapan, kesiapan guru kelas dan juga persetujuan orangtua setuju” kata Sohrah.
Hanya saja, hingga saat ini, pihaknya masih kekurangan jumlah tempat cuci tangan. Karena sekolahnya memiliki enam kelas dan harus setiap kelas satu tempat.
Perihal persetujuan orangtua siswa, lanjut dia, sudah ada setengah dari jumlah muridnya disetujui. “Sudah seperdua dari jumlah siswa. Jumlah siswa kami 355, sisa 200-an karena yang sudah ujian (kelas 6) itu 61 orang. Tadi ada mi 150-an orangtua siswa yang setuju,” jelasnya.
Meski demikian, Sohrah tetap optimistis pada tahun ajaran baru nanti sekolahnya sudah siap mengadakan pembelajaran tatap muka.
“Dalam kelas kita diharuskan 14 pasang kursi-meja. Lainnya diberikan tanda silang agar berjarak. Jika misalnya siswa 30 orang, maka dibagi dua. 15 orang masuk jam 8-10 lanjut lagi di jam berikutnya. Karena cuma dua jam pelajaran ji kalau SD tidak ada keluar main, kantin juga ditutup. Masuk pagi semua tidak ada siang dan sore,” tuturnya. (rhm)

Exit mobile version