JENEPONTO, BKM — Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan 97.000 data Aparatur Sipil Negara (ASN) yang misterius. Temuan itu diperoleh saat BKN menyelenggarakan pemutakhiran data pada tahun 2014. Pada saat itu, pendataan ulang ASN dilakukan secara elektronik dan dilakukan masing-masing ASN.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jeneponto, M Basir Bohari, mengatakan, pihaknya terus melalukan rekonsiliasi data ASN secara rutin.
Tujuanya, untuk memeriksa data ASN, apakah terdapat data fiktif abdi negara. Data tersebut direkonsiliasi dengan data milik BKN. ”Kita masih pakai data dalam Simpeg. Teman juga dibidang teknis secara rutin melakukan rekon data ASN,” ujar Basir Bohari saat dihubungi BKM, akhir pekan lalu.
Basir mengatakan, BKD Jeneponto sampai saat ini belum pernah mendapatkan adanya temuan seperti itu. Menurutnya, ASN yang ada saat ini adalah sah. ”Yang ada sekarang pasti sah. Kami kerja berdasarkan dokumen yang ada dalam sistem,” ungkapnya.
Dia mengaku, untuk mengecek kinerja para ASN Jeneponto, pihaknya berpatokan pada TPP yang diberikan kepada pegawai. Bagi dia, TPP adalah suatu langkah konkret untuk mengukur kinerja seseorang. TPP yang diberikan kepada pegawai itu, salah satu indikatornya adalah kinerja. Artinya, semua ASN pasti melaporkan kinerjanya setiap bulan melalui aplikasi Sipekerja. (krk/c)
