MAKASSAR, BKM–Sebagai upaya mendorong peningkatan pengelolaan jurnal ilmiah di lingkup Universitas Negeri Makassar (UNM), Pusat Publikasi dan HKI Lembaga Penelitian dan PengabdianKepada Masyarakat (LP2M) UNM menyelenggarakan workshop peningkatan kualitas pengelolaan jurnal ilmiah terakreditasi nasional, Sabtu, (5/6) secara daring/Online.
Kegiatan tersebut diikuti 57 peserta dari berbagai pengelola jurnal. Workshop dibuka langsung Ketua LP2M UNM, Prof Bakhrani Rauf didampingi Kepala Pusat Publikasi& HKI LP2M, Amrullah selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan.
“Ketua LP2M UNM mengharapkan kegiatan ini menjadi wadah keilmiah dan memotivasi pengelola untuk dapan menghasilkan artikel dan jurnal yang berkualitas baik, dengan ditandai banyaknya jurnal yang terakreditasi dan terindex di pengindex nasional dan internasional,” Ungkap Prof Bakhrani Rauf.
Pelaksanaan kegiatan dibagi dalam tiga sesi dengan narasumber yang sangat berkompeten dibidang pengelolaan dan publikasi jurnal, yaitu Amirullah dengan materi Index Jurnal Internasional Scopus selaku ketua Pusat Publikasi& HKI UNM, Andi Anto Patak dengan materi Bagaimana editor melihat artikel yang baik. Kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan narasumber Dr bakhtiarmateri mempersiapkan pembuatan jurnal baru dan YusriS dengan materi Manajemen Penerbitan Jurnal Ilmiah.
Dilanjutkan sesi III setelah ba’da duhur dengan narasumber Dr Ramlan Mahmud, materi Persiapan akreditasi dan reakreditasi jurnalilmiah serta Muh Ilham Bakhtiar dengan matei IndeksasiJurnal di DOAJ.
“Salah satu indikator pemeringkat PT dilihat dari jumlah banyaknyaj urnal terakreditasi di perguruan tinggi,hinggasaatini UNM barumemiliki37 jurnalterakreditasi, 1 terindex Scopus dan 1 terindexWoS”, ungkap Amirullah.
Di kesempatan itu, Amirullah mengharapkan para pengelola mencari artikel, editor dan reviewer dari berbagai PT dan berbagai negara agar menjadi bahan dalam meningkatkan akreditasi jurnal dan menginternasionalisasikan jurnal pada lingkup UNM
“Diharapkan jurnal yang ada kita dorong untuk dikelola dengan standar jurnal internasional, dapat dimulaidengan nama jurnalnya dan artikel yang diterbitkan berbahasa Indonesia. Selain itu upaya yang dilakukan dengan membangun jejarin dan kerjasama dari berbagai PT baik di Indonesia maupun dariluar negeri,”jelasnya.(rls)
