MAKASSAR, BKM– Balai Pengelola Kereta Api Sulsel menemui Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, melakukan pertemuan untuk membahas persoalan pembebasan lahan dan trase atau garis lintasan yang akan dilewati kereta api nantinya.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di kediaman pribadi wali kota Jalan Amirullah, Selasa (8/6).
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulsel, Jumardi menjelaskan, rencananya tahun depan, pembebasan lahan untuk kereta api akan dimulai untuk wilayah Makassar.
“Tahun ini, pembebasan lahan masih berfokus di Pangkep dan Maros. Tahun depan, rencananya pembebasan lahan dimulai di Makassar, ” ungkap Jumardi.
Dia mengatakan, selain membicarakan soal pembebasan lahan, kedua belah pihak juga berbicara soal lintasan kereta api. Rencananya, yang akan masuk trase di Makassar sekitar 13 km. Itu sudah sampai ke perbatasan Kota Maros.
“Jadi kami berkonsultasi dengan Pak Wali Kota terkait trase-nya yang direncanakan nantinya, ” jelas Jumardi.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengemukakan hasil konsultasi dengan Balai Perkeretaapian Sulsel, ada beberapa koreksi yang dilakukan terhadap trase kereta api dari rencana semula. Itu setelah dilakukan kajian teknis.
“Balai Perkeretaapian dan kami dari Pemkot Makassar sudah setuju dengan koreksi trase. Karena kebetulan juga ada beberapa yang kami sudah koreksi. Rupanya mereka sudah koreksi duluan terutama tanah-tanah yang akan diserahkan ke Pemerintah Kota Makassar. Sehingga tidak perlu lagi dibebaskan lahan,” ungkapnya.
Danny memaparkan, ada satu segmen, panjangnya sekitar tiga kilometer, yang tidak perlu lagi dibebaskan lahannya. Sehingga tinggal sisanya yang butuh pembebasan lahan.
” Tadi saya sudah setuju. Tinggal kami akan memberi input dimana konektornya antara stasiun kereta dengan Light Rapid Transport atau LRT, ” tandasnya. (rhm)
