TAKALAR, BKM — Keberhasilan Pendataan Keluarga 2021 (PK21) di Kabupaten Takalar mendapat apresiasi dari Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo. Karena daerah ini mampu menyelesaikan target PK21 hingga batas waktu 31 Mei 2021 dengan capai hasil 100 persen.
Hal ini disampaikan Hasto ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Takalar, Kamis (10/6). Bertempat di Baruga I Mannindori Kantor Bupati Takalar, Wakil Bupati H Ahmad Dg Se’re secara langsung menerima rombongan ini. Hadir Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Agus Suprapto, dari BKKBN, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dwi Listyawardani, Direktur Pelaporan dan Statistik Rudy Budiman, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Hj Andi Ritamariani, Sekretaris Kabupaten Takalar H Arsyad, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dr Hj Nilal Fauziah.
”Terima kasih kepada pemerintah daerah, khususnya bupati Takalar dan jajaran atas dukungannya telah menyukseskan Pendataan Keluarga 2021. PK21 ini akan menjadi data basis keluarga sebagai dasar bagi pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan dan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan keluarga,” terang Hasto.
Dijelaskan, PK21 menjadi sesuatu yang penting bagi pemerintah dan pemerintah daerah (pemda) dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, Keluarga Berencana (Bangga Kencana), serta program pembangunan lainnya.
“Pendataan Keluarga Tahun 2021 menghasilkan data mikro, artinya by name by address. Selain itu, data keluarga berisiko stunting, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan dan pemerataan pembangunan, khususnya dalam intervensi penurunan angka stunting,” ujarnya.
Lebih lanjut Hasto menjelaskan, selain sukses melaksanakan PK21, Kabupaten Takalar juga sukses dalam menurunkan angka stunting dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Di tahun 2017 angka stunting di Kabupaten Takalar mencapai angka 40 persen, namun di 2020 dapat diturunkan hingga angka 13 persen. Artinya, mengalami penurunan hingga 27 persen dan sudah di bawah target nasional 2024, yaitu 14 persen.
“Capaian ini merupakan hal yang luar biasa, sebab kami di pusat menurunkan angka stunting 2,5 persen setahun itu sangat sulit, namun Kabupaten Takalar bisa menurunkan 27 persen dalam empat tahun. Artinya, rata-rata bisa turun 7 persen setahun, luar biasa. Untuk itu Takalar bisa menjadi contoh,” kata dr Hasto.
Ia menekankan pentingnya angka stunting ditekan. Sebab untuk mewujudkan bangsa yang maju dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang andal, sehat dan berkualitas. Sedangkan masalah stunting menjadi penghambat dalam mewujudkan generasi yang berkualitas.
Wakil Bupati Takalar Achmad Se’re dalam kesempatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Kepala BKKBN dan rombongan di Kabupaten Takalar. Ia menyebutkan kunjungan ini merupakan suatu kehormatan sebab secara langsung yang datang kepala BKKBN
“Suatu kehormatan bagi kami karena telah dikunjungi langsung oleh Bapak Kepala BKKBN bersama rombongan. Dengan kedatangan beliau, kita berharap banyak manfaat arahan dan petunjuk bagaimana membangun Takalar untuk lebih maju lagi,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Andi Ritamariani, menyebutkan capaian pelaksanaan PK21 di Sulsel telah mencapai angka 97,61 persen dari target 2.184.575 keluarga. Capaian ini menempatkan Sulawesi Selatan berada pada peringkat tiga besar nasional. Ia pun optimistis akan mencapai 100 persen hingga batas waktu perpanjangan. Khusus Kabupaten takalar telah mencapai 100 persen dari target 89.380 keluarga
“Pendataan Keluarga 2021 melibatkan penyuluh KB dan kader pendata melalui dua proses pengumpulan dan pengolahan data, yaitu dengan menggunakan formulir dan smartphone dengan cara mengunjungi setiap keluarga dari rumah ke rumah. Meski di awal terhambat masalah jaringan dan wilayah yang sulit dijangkau, namun berkat koordinasi yang baik antara pusat dan dukungan OPD kabupaten.kota, hambatan itu dapat diatasi,” ungkap Andi Rita.
Dalam kesmpatan itu, Kepala BKKBN Sulsel, Andi Rita menyerahkan secara simbolis honor kader pendata yang telah selesai melaksanakan PK21. (*/rus)
