Site icon Berita Kota Makassar

Dicuekin, Bupati Tendang Ban Bekas

BULUKUMBA, BKM — Bupati Kabupaten Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf terlihat mengamuk dan menendang ban bekas saat hendak menemui massa pengunjuk rasa di depan kantornya, Senin (14/6).
Peristiwa ini bermula saat Andi Utta keluar dari kantornya untuk menemui massa pengunjuk rasa. Massa demontran hendak menyampaikan aspirasinya terkait 100 hari kerja pasangan bupati Andi Muchtar Ali Yusuf dan Andi Edy Manaf yang terpilih pada Pilkada 2020.

Tanggapan atas peristiwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh PMII Cabang Bulukumba di Kantor Bupati Bulukumba melalui Kasubag Publikasi Setda Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad mengatakan Bupati justru harus diapresiasi karena menemui para pendemo. Artinya bupati merespon baik jika ada elemen masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya.
Saat pendemo datang di depan kantor bupati, saat bersamaan bupati sementara mengikuti vidcon pembekalan kepala daerah oleh Kemendagri. Kegiatan ini tak bisa ditinggalkan tapi bupati menghargai dan meminta izin untuk menemui pendemo. Turun dari ruangannya dan meminta para pendemo berdialog di tempat parkir mobil.
Beberapa kali dipanggil bertemu di halaman kantor (tempat parkir mobil Bupati), pendemo menolak masuk dengan alasan masih menggelar orasi dan bakar ban.
Bupati sebenarnya berharap, pendemo tidak perlu teriak-teriak di luar. Bisa langsung masuk di halaman kantor bupati untuk menyampaikan aspirasinya.
Karena respon pendemo atas ajakan bupati tidak ditanggapi maka bupati langsung menemui mereka di luar pagar kantor.
Bupati menganggap para pendemo tidak memiliki itikad baik untuk melakukan dialog, makanya dia menendang ban yang hendak dibakar.

”Aksi yang dilakukan mahasiswa diapresiasi sebagai kritik membangun kepada Pemkab. Hanya saja adab menyampaikan aspirasi tidak diindahkan oleh mahasiswa,” ujar Andi Ayatullah.
Buktinya, ajakan bupati berdialog tak direspon sehingga tujuan yang hendak dicapai tidak terwujud, malah sebaliknya terjadi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.
Sementara Sekretaris PMII Cabang Bulukumba Sulfikar Asyraf mengatakan, aksi demo awalnya berjalan lancar. Tapi tiba-tiba beberapa orang berpakaian dinas terlihat mengintai orator. 
“Dari kejadian itu, aksi kami terhenti karena beberapa peserta aksi hendak ditarik masuk ke dalam pekarangan kantor bupati,” ujarnya kepada wartawan di Bulukumba,” jelasnya. (min/C)

Exit mobile version