GOWA, BKM — Keberadaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kabupaten Gowa sangat membantu dalam upaya pengentasan kawasan permukiman kumuh. Karena itu, Pj Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Kamsina, berharap program pengentasan kumuh ini bisa berlanjut dan merata di semua kecamatan di Kabupaten Gowa.
”Program ini sangat bagus dan sangat membantu pemerintah dalam menata kawasan kumuh yang ada. Karena itu kami sangat berharap, program ini merata di semua kecamatan yang ada di Gowa,” kata Kamsina saat menyambut kunjungan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR, Wahyu Kusumo Susanto bersama rombongan di Kelurahan Parangbanoa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin malam (14/6).
Kunjungan Direktur PKP ini dalam rangkaian meninjau beberapa titip program Kotaku di Kabupaten Gowa baik yang sementara berlangsung pada 2021 ini maupun tahun 2020 khususnya di Kecamatan Pallangga dan Kecamatan Somba Opu.
Dikatakan Kamsina, program ini mudah-mudahan tidak berhenti hanya pada dua kecamatan tersebut, tapi juga melebar hingga ke 16 kecamatan lainnya sejak mulai dilaksanakan pada 2017 lalu (Somba Opu) dan 2020 di Pallangga.
Terkait harapan ini, Direktur PKP, Wahyu Kusumo Susanto, sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat di Parangbanoa Kecamatan Pallangga maupun di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu sebagai titik kedua kunjungannya semalam.
Wahyu mengaku sangat bersyukur program Kotaku ini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ”Tentu ini bukan dari kami. Ini adalah anggaran yang sepenuhnya bapak ibu sekalian miliki bersama. Anggaran pemerintah itu kan dari masyarakat dari rakyat. Jadi ini kita kembalikan ke bapak ibu sekalian dalam bentuk program kegiatan,” terang Wahyu.
Menurutnya, program Kotaku ini merupakan pemicu saja untuk memberikan dorongan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam membangun wilayahnya. Olehnya itu Wahyu pun berharap kepada masyarakat dan pemerintah setempat agar keberadaan program Kotaku betul-betul dimanfaatkan. Dia juga berharap program ini dijaga dan dipelihara dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka waktu panjang.
Selain pengentasan kawasan kumuh, program Kotaku ini bisa membantu penanganan masalah stunting atau pertumbuhan anak. Ia menilai bahwa lingkungan yang bersih tentu akan berpengaruh pada kesehatan keluarga khususnya anak yang baru lahir, ibu hamil maupun ibu menyusui.
Dia menyebutkan secara umum beberapa kegiatan dalam program Kotaku seperti perbaikan infrastruktur jalan, drainase, penyediaan air bersih, motor sampah, pengendalian kebakaran dan sanitasi.
”Mohon juga ini tetap dipertahankan. Membangun sebenarnya gampang, yang lebih penting dari itu bagaimana mempertahankan kelurahan-kelurahan yang sudah mendapatkan program ini agar tidak lagi menjadi kumuh kemudian,” kata Wahyu.
Selain Pj Sekkab Gowa, turut hadir dalam kegiatan monitoring tersebut, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin, Koordinator KotaKu Wilayah IV Sulsel, Nurliah Ruma, Camat Pallangga, Muh Taufik Akib serta Lurah Parangbanoa, Muh Idrus.
Sebelum meninggalkan Gowa, Direktur PKP ini juga menyambangi lokasi pembangunan sarana air bersih yang dibangun masyarakat Parangbanoa serta menyambangi pula para pelaku Kotaku di Kelurahan Katangka dan disambut Camat Somba Opu Agussalim serta jajaran aparat kelurahan dan lingkungan setempat serta para koordinator BKM se Somba Opu. (sar)
