Site icon Berita Kota Makassar

Intens Sosialisasi dan Edukasi, Satgas Mampu Kendalikan Kerumunan

BERBAGAI upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mengendalikan penularan covid-19 di tengah masyarakat. Mulai dari program Makassar Recover hingga Hunter Covid. Semuanya berusaha melibatkan partisipasi aktif masyarakat di dalamnya.

Juliaman, Master Makassar Recover Kecamatan Mariso dalam program Mata Warta untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (15/6), menjelaskan tentang apa telah dilakukan selama ini. Menurutnya, pemerintah Kecamatan Mariso secara aktif melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan.
Hal itu tidak terlepas dari sejarah covid-19 di Kecamatan Mariso. Sebab, di wilayah ini, tepatnya di Kelurahan Panambungan menjadi tempat terdeteksinya pasien pertama yang positif terinfeksi covid-19 di Makassar khususnya, dan Sulsel pada umumnya. Saat itulah dan hingga saat ini pemerintah Kecamatan Mariso dan jajarannya terus bekerja keras dan secara massif turun ke lapangan, mengimbau warga dan mengedukasi mereka untuk taat dan patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Kasus positif covid pertama di Makassar kan ditemukan di Panambungan, wilayah Kecamatan Mariso. Agar penyebarannya tidak semakin meluas di tengah masyarakat, jajaran pemerintah serta semua elemen masyarakat bersama-sama mengatasinya. Imbauan dan edukasi terkait prokes intens dilakukan,” terang Juliaman.
Di awal pembentukan Makassar Recover di Kecamatan Mariso yang dikomandoi Juliaman, pada sembilan kelurahan yang ada langsung menunjuk koordinator. Selanjutnya mengangkat dan menetapkan detector di masing-masing kelurahan. Mereka inilah yang kemudian menjadi duta Makassar Recover di tempat tinggalnya. ”Kini saatnya pemuda-pemuda kita terlibat langsung dalam berjuang melawan covid-19,” tandasnya.
Diakui Juliaman, pada pelaksanaan kegiatan di lapangan, dibutuhkan influencer untuk memengaruhi masyarakat. Hal itu disebabkan karena masih banyak warga yang belum paham dan taat prokes.
Selain itu, Satuan Tugas Pengurai Kerumuman (Satgas Raika) yang juga telah dibentuk, diakui Juliaman sudah bergerak sevara maksimal. Setiap malam, tim gabungan yang terdiri dari aparat kecamatan, Satpol PP, koramil serta polsek aktif berada di lapangan guna memberi edukasi kepada masyarakat. Terutama untuk menghindari potensi kerumunan yang dapat memicu terjadinya penularan virus corona.
”Alhamdulillah, apa yang dilakukan Satgas Raika telah mampu mengendalikan potensi timbulnya kerumunan. Demikian pula terhadap semua kegiatan usaha, mereka telah menutup tempatnya pada pukul 22.00 Wita sesuai surat edaran wali kota,” jelas Juliaman.

Sebelumnya, dalam pelaksanaan penerapan prokes ataupun pembatasan operasional tempat usaha, banyak yang belum memahami. Dibantu tokoh masyarakat serta keterlibatan berbagai elemen, edukasi yang diberikan mampu membuat mereka untuk menyadari pentingnya memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, serta menghindari kerumunan.
Kecamatan Mariso dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, diakui Juliaman, membuat Satgas Raika harus bekerja ekstra. Ada dua tempat di kawasan ini yang menjadi pusat perhatian terkait penerapan prokes, yaitu Pasar Senggol dan bundaran Centerpoint of Indonesia. Apalagi pada saat bulan Ramadan lalu, Pasar Senggol sangat padat. Karenanya, Satgas Raika bekerja sama dengan PD Pasar untuk memberikan imbauan serta pembatasan aktivitas.

Mariso yang berbatasan dengan kecamatan lainnya terus menjalin koordinasi terkait penanganan prokes. Bila ada ditemukan pelanggaran di kecamatan tetangga, tim dari Kecamatan Mariso biasanya turun bersama dengan tim lintas kecamatan. (*/rus)

Exit mobile version