Site icon Berita Kota Makassar

Resky Aulia Zaswa, Model dan Pemain FTV

MENITI karir tidaklah semudah membalik telapak tangan. Butuh perjuangan keras untuk menggapainya. Kiki Aulia melakoni hal itu.

PEMILIK nama lengkap Reski Aulia Saswa itu hadir berbagi kisah perjalanan karirnya di program Diary Putri untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (15/6). Kepada Putri Sasongko yang mewawancarainya, cewek kelahiran Palopo, 18 Maret 2003 ini memulai dengan membahas tentang pertama kalinya terpilih menjadi seorang juru dalam sebuah event modelling.
Yang menarik, karena salah satu alasan Kiki Aulia terpilih menjadi salah satu dari lima juri event yang dilaksanakan baru-baru ini, karena ia merupakan jebolan ajang tersebut.

”Waktu dulu ikut audisi di event yang sama, saya sempat penasaran. Kok saya bisa dapat juara fotogenik. Ternyata kriteri penilaian bukan hanya cantik, tapi juga postur tubuh, kualitas senyum, serta konstumnya apakah sesuai,” terang perempuan yang memiliki kesibukan sebagai pewara ini.
Dunia entertaint bukan hal baru bagi Kiki Aulia. Ketika masih duduk di bangku kelas I SMP ia sudah membintangi produk iklan di Jakarta.
”Waktu masih SMP itu pertama kali di dunia entertaint. Awalnya model. Dapat juaranya fotogenik terus. Akhirnya direkomendasikan ke Jakarta. Di sana mulai ikut-ikut casting untuk FTV. Tapi tidak lama di Jakarta, akhirnya kembali lagi ke Makassar untuk sekolah. Karena kalau sambil sekolah di Makassar dan aktivitas lainnya di Jakarta jadi tidak fokus,” jelas pemilik tinggi 158 cm dan berat badan 50 kg ini.
Di tahun 2018 dia kembali ikut casting sebuah event entertaint di Makassar. Pesertanya ada ribuan orang kala itu. Kiki Aulia sempat ingin menyerah duluan. Karena yang ditemaninya bersaing adalah model yang sudah terkenal di Makassar. Cantik, bening, dan kualitas aktingnya yang tidak diragukan lagi. Usaha tak pernah mengkhianati hasil. Kiki Aulia akhirnya terpilih masuk enam besar.

Ditanya tentang cita-citanya saat masih kecil, Kiki Aulia mengaku hendak menjadi dokter. Sama sekali tidak ada niatan masuk ke dunia entertaint. Alasannya, ia tidak percaya diri dam pemalu. Tidak pernah berani berdiri di depan kamera.
Namun seiring berjalannya waktu, semua berubah. Semenjak ke Jakarta ia jadi tahu tentang potensi diri yang dimiliknya. Kiki menyadari bahwa ketika berada di depan kamera dirinya mampu mengeluarkan sesuatu yang berbeda. Ia percaya diri (PD) pada saat kamera ada. Sebaliknya, rasa PDnya hilang bila tak ada ada kamera. ”Sepertinya sudah ada kontak batin dengan kamera. Ada kesan yang berbeda,” ujarnya sambil tertawa.
Diakui Kiki, dukungan serta respons orangtua menjadi modal bagi-anaknya untuk mengasah rasa percaya diri. Ia bersyukur mendapat dukungan penuh dari keluarga sehingga bisa berkarir lebih baik lagi di Jakarta.
Sekolah tidak menjadi penghalang bagi Kiki dalam meniti karir. Persoalan waktu mampu dibaginya. Ia menyebut, bila ada produksi FTV, jika waktu shootingnya siang, ia terlebih dahulu ke sekolah. Setelah selesai, langsung ke lokasi. Sementara kalau untuk yang striping, biasa minta izin sebulan.

”SMA saya di Jakarta memang khusus bagi yang memiliki banyak kegiatan. Gurunya mengerti kalau kita ada kegiatan,” ungkap Kiki yang tahun ini telah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA.
Menggapai keberhasilan di dunia peran seperti saat ini, siapa sangka jika Kiki Aulia pernah merasakan sesuatu yang tidak enak ketika mengawali karir. Ia bahkan mengklaim, sangat tidak mudah untuk masuk dan bermain di FTV.
”Apa kesan pertama seorang Kiki Aulia ketika pertama kali bermain FTV?” tanya Putri Sasongko. ”Dimarahi sutradara karena aktingnya kaku,” jawabnya.Perasaan sedihnya kian bertambah ketika akting yang dinilai kaku itu tidak ditayangkan alias dipotong. ”Capek-capek berakting, akhirnya dicut juga,” imbuhnya.

Berhentikah Kiki? Tidak. Dia langsung mengintrospeksi diri untuk mencari tahu kekurangannya di mana. Manajernya pun menyampaikan apa yang mesti diperbaik. Akhirnya, Kiki terus belajar dan mengasah diri untuk lebih baik lagi. Hasilnya, kini ia memiliki banyak job. Ada banyak FTV yang telah dibintanginya dan ditayangkan di layar televisi swasta nasional. (*/rus)

Exit mobile version