Site icon Berita Kota Makassar

Mitra Peserta KB Terima Insentif

JENEPONTO, BKM — Pemberian insentif merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan instansi tempat bekerja maupun sebagai mitra. Semangat seorang pegawai dalam bekerja dipengaruhi besaran insentif yang diterima.
Seperti halnya yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Jeneponto dengan memberikan insentif kepada mitra peserta KB. Pemberian insentif tersebut diserahkan langsung Kepala Dinas PPKB Kabupaten Jeneponto, HM Iswan Sannabi kepada para bidan, akseptor, kader dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), di aula Dinas PPKB Jeneponto, Selasa (16/6).

Iswan menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah membangun kerjasama dengan seluruh bidan yang ada di Puskesmas di Jeneponto untuk pemasangan implan. KB atau susuk KB ini merupakan salah satu jenis KB yang terbilang murah harganya dan efektif dalam mencegah kehamilan, kata mantan Direktur RSUD Lanto Dg Pasewang tersebut.
Sementara untuk klaim dana insentif ini, kata Iswan, pihaknya memberi alternatif apakah di klaim di BPJS atau di BKKBN. Namun berdasarkan kesepakatan dari semua mitra pemasangan KB implan ini, lebih memilih untuk dicairkan melalui pihak BKKBN Jeneponto.
”Untuk klaim KB implan di BKKBN setiap pemasangan 1 implan dapat insentif sebesar Rp100 ribu,” tambah Iswan.
Dia mengharapkan, para bidan, akseptor, kader dan PLKB tidak merasa puas dalam memberikan pelayanan dan penyuluhan KB kepada warga. Sehingga warga semakin sadar akan perlunya program KB.

Sementara itu, Kasi Distribusi Alokon PPKB Jeneponto, Herlina Maryam, menjelaskan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan kinerja pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat lini lapangan tingkat kecamatan dan desa.
”Untuk lebih meningkatkan kinerja dengan menetapkan tugas dan fungsi melalui 10 PLKB mendekatkan akses dan pelayanan KB terutama KB MJP melalui penggerakan di tingkat lini lapangan, meningkatkan kualitas pembangunan keluarga melalui kelompok bina keluarga dan UPPKS,” pungkasnya. (krk/c)

Exit mobile version