MAKALE, BKM–Anggota Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel John Rende Mangontan (JRM) menyambangi areal PT Malea Energy Hydro di Makale Selatan.
Kedatangan JRM keperusahaan itu, lantaran warga sekitar areal PT Malea Energy Hydro resah lantaran dentuman dan goncangan tanah telah merusak rumah warga.
Aspirasi dan keluhan masyarakat tersebut disambut baik anggota JRM.
JRM yang juga anggota komisi E DPRD Sulsel mendatangi perusahaan listrik tenaga air tersebut guna menemui pihak managemen anak perusahaan PT Bukaka. Kedatangan JRM diterima Victor Datuan Batara, dan Muh Syakur. Turut hadir perwakilan dan tokoh masyarakat tiga Lembang yakni Patekke, Buntu Sisong, dan Randan Batu.
Diawal pertemuan JRM mempertanyakan ke pihak management terkait getaran dan goncangan yang dirasakan warga dua pekan pekan lalu. Demikian pula amdal PT Malea, dan serapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kehadiran politisi Golkar ini menindaklanjuti sekaligus menyikapi permasalahan yang tengah dihadapi warga dengan pihak perusahaan.
JRM menegaskan ke pihak management PT Malea agar transparan terkait aktifitas pembangunan, baik dikerjakan sekarang maupun kedepan. “Ini penting agar tidak menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Tentunya PT Malea pro aktif membangun keterbukaan dengan masyarakat. Aktifitaspun dilakukan melalui pendekatan sosiologi,”jelas JRM.
Aspirasi lain warga juga disuarakan JRM kepihak management PT Malea adalah tonase kendaraan berat poros Makale-Bera tidak seimbang dengan kelas jalan membuat beberapa titik jalan berlombang sehingga berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas.
Victor Datuan Batara dari management PT Malea tidak menimpali jika pihak perusahaan sudah melakukan penelitian dari tim independen untuk memastikan guncangan dan getaran yang telah merusak rumah warga.
Viktor menjelaskan bila pihak perusahaan akan bertanggungjawab jika dampak operasi perusahaan membuat warga resah.
Selain itu perekrutan tenaga kerja terbuka lebar dan diperioritaskan kepada tenaga kerja lokal. Sementara amdal masih berproses pengurusannya.
Viktor mengakui jika perhatian perusahaan ke warga terus berlanjut, salahsatunya program CSR dan telah menyerahkan sejumlah mobil sampah untuk kebersihan lingkungan. Sementara jalan dikeluhkan masyarakat sedari dulu sudah jalan pemeliharaan. Sedangkan pelebaran jalan tidak jadi soal tergantung masyarakat siapkah hibahkan sebagian tanahnya.
Sekedar informasi sebelumnya masyarakat mendesak PT Malea menghentikan aktifitasnya demi keselamatan masyarakat karena guncangan dan getaran dirasakan warga setelah pihak PT. Malea melakukan testing uji coba pengoperasian turbin di terowongan sepanjang 10 km (gus/rif/c).
