ENREKANG, BKM — Polemik rencana pembangunan Pasar Sudu di Kelurahan Kambiolangi,Kecamatan Alla-Enrekang menuai pro dan kontra dikalangan sesama para pedangang pasar yang terbagi dua kubu dalam satu organisasi yakni Asosiasi Pedagang Pasar Sudu (APPS).
Kubu satu menginginkan pembagunan pasar tersebut sebesar Rp15 miliar menggunakan anggaran dari Pusat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021,menginginkan pemerintah setempat menyelesaikan pambangunan pasar bagian bawa rangka baja yang dibagun pada 2017 tahun lalu.
“Kami tidak menolak kalau Pasar Sudu dibagun,justru kami gembira.Tetepi sempurnkan dulu bangunan yang bagian bawa pasar,” ujar Sainal Latif saat mendatangi Gedung DPRD Enrekang baru-baru ini.
Sementara kubu dua menolak permintaan kubu satu.Kubu dua justru menginginkan pemerintah setempat merevitalisi bangunan pasar bagian atas karena dianggap sudah tidak layak pakai.Hal ini terungkap saat puluhan pedangan pasar yang didominasi kaum ibu-ibu mendatangi Gedung DPRD Enrekang.
“Sebagai penghuni pasar lama, saya setuju jika ada pembangunan pasar bagain atas karena sudah ada beberapa yang tempat berjulan yang sudah tidak layak pakai,” ujar M Yoko didepan anggota DPRD dan dinas terkait di Gedung DPRD Enrekang.
Wakil Ketua II DPRD Enrekang, Zulkarnain mengaku pusing menyelesaikan persolan antara dua kubu pengguna pasar yang beda keinginan.
“Pada dasarnya kalau kita diperhadapkan seperti ini kita pusing menyelesaiakan persoalan,” jelas Zulkarnain.
Menurutnya, kubu-kubuan terjadi antara para pedangang pasar tersebut karena ada miskomunikasi dan Ia berharap angar para jangan ada kubu-kubuan dalam pasar tersebut.
“Mungkin karena ada miskomunikasi antara pedangan pasar sehingga merasa ada kubu-kubuan.Solusinya ini,Inasya Allah karena anggaran pembagunan pasar ini Rp 15 miliar ,maka semuanya akan terkafer semua pembangunanya mulai dari atas sampai bawa,” ujar Politisi PAN ini. (her/C)
