MAKASSAR, BKM–Memasuki akhir triwulan II tahun 2021, aktivitas tender proyek atau kegiatan di lingkup Pemerintah Kota Makassar masih sangat minim.
Data dari Layanan Pengadaan Barang dan Jasa, hingga pekan ketiga Juni, total terealisasi hanya tujuh kegiatan.
Plt Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Makassar, Fuad Azis mengatakan, keterlambatan proses tender dikarenakan adanya refocusing anggaran yang menyebabkan dokumen tender masing-masing OPD diperbaharui.
“Tapi, kita sudah melakukan pendampingan, seingga hingga triwulan kedua capaian paket yang masuk ditarget 60 persen,” ujarnya.
Dari tujuh paket itu total pagu sebesar Rp40,2 miliar. Sementara dalam proses lelang ada enam paket dengan total pagu Rp16,2 miliar.
Paket itu bagian dari 88 paket yang masuk evaluasi hingga triwulan dua. Masih sangat minim, karena untuk total paket lelang Pemkot Makassar tahun ini sebanyak 551.
Pihaknya terus melakukan upaya percepatan proses tender. Salah satunya dengan mengeluarkan edaran dan meminta dokumen tender yang sudah siap dilelang segera dilaporkan.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, mengatakan, target maksimal untuk kegiatan memang pada triwulan II ini.“Agak lambat karena memang ada transisi pemerintahan,” katanya.
Untuk lebih maksimal, Danny telah menegaskan proses perencanaan untuk seluruh paket harus dirampungkan. Lepas triwulan kedua tidak ada lagi kegiatan yang terhambat pada perencanaan.
Sementara itu, Sekretaris Komisi C DPRD Makassar, Fasruddin Rusli menyayangkan adanya keterlambatan proses tender. Kata dia, kondisi ini sedikit banyak dipengaruhi status kepala OPD yang masih pelaksana tugas (plt).
“Ini juga berpengaruh di dinas karena banyak kepala dinas yang plt. Jadi sepertinya mereka takut untuk mendaftarkan tendernya di LPSE,” kata Acil, sapaan akrabnya.
Menurut dia, seharusnya OPD bisa mempercepat proses tender. Salah satunya dengan merampungkan dokumen proyek.
“OPD yang mempunyai tender proyek harus segera melapor ke ULP biar tendernya bisa dilelang,” ucap dia. (rhm)
