MAKASSAR, BKM–Saat ini, masyarakat dikhawatirkan dengan adanya virus covid-19 varian baru yang muncul.
Beberapa diantaranya yakni B117 asal Inggris, B1351 asal Afrika Selatan dan varian baru asal India B1617.
Untuk mengantisipasi penyebaran varian baru covid-19 tersebut di Makassar, rencananya pemerintah kota akan membangun laboratorium khususuntuk bisa mendeteksi mutasi baru dari covid-19.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar, Andi Khadijah Iriani, mengungkapkan, laboratorium tersebut bakal dibangun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya.
“Kalau kita Makassar, Insyaallah kita sementara mengupayakan laboratorium yang dapat mendeteksi varian-varian baru. Ini sementara lagi diupayakan di rumah sakit umum daerah Kota Makassar di Daya,” kata Hadijah, akhir pekan lalu.
Laboratorium di RSUD Daya diklaim akan menjadi yang pertama mendeteksi varian baru untuk wilayah Makassar. Pasalnya selama ini deteksi varian baru hanya dilakukan di Litbangkes Jakarta.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan peremajaan alat hingga ruang laboratorium. Sebab varian baru covid-19 mesti menggunakan alat khusus.
“Pak Wali ini benar-benar memperhatikan karena beliau memang menyampaikan bahwa harus sekarang selesaikan itu laboratorium yang di rumah sakit Daya, kemudian kita dapat memeriksa varian-varian baru dari covid-19,” kata Hadijah.
Ia belum bisa memastikan kapan laboratorium itu akan beroperasi. Namun semakin cepat laboratorium tersebut dikerja, semakin cepat pula laboratorium itu akan dioperasikan.
Laboratorium ini diharapkan bisa segera rampung supaya bisa segera digunakan. Apalagi saat ini juga ada beberapa spesimen dari pekerja proyek apartemen yang dikirimkan ke Jakarta karena dicurigai sebagai varian baru.
“Kalau bisa sekarang kenapa nggak. Tapi sekarang sementara dikerja. Mudah-mudahan bisa selesai satu atau dua minggu ini,” jelasnya.
Nantinya, laboratorium tersebut bisa digunakan untuk mendeteksi varian baru covid-19 yaitu B117 asal Inggris, B1351 asal Afrika Selatan dan varian baru asal India B1617.
Jika laboratorium itu rampung dan alatnya sudah bisa dioperasikan, maka spesimen akan diperiksa di sana.
“Kan nanti terdeteksi empat varian. Semua spesimen dibawa ke sana,” tutup Kepala Bappeda itu. (rhm)
