MAKASSAR, BKM — Hari kedua pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD dan SMP di Kota Makassar, Selasa (22/6), masih menemui persoalan. Sejak pagi hingga menjelang siang, sejumlah keluhan masuk ke Posko Pengaduan PPDB, baik yang ada di sekolah-sekolah maupun di kantor Disdik Sulsel.
Pengaduan yang masuk dominan terkait titik koordinat pendaftar yang tidak sesuai dengan lokasi di mana mereka tinggal. Seperti diterangkan Ketua DPRD Kota Makassar Rudiyanto Lallo yang juga ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar.
Menurut Rudi, ada yang mengadu jika kelurahan tempatnya tinggal tidak masuk titik koordinat sistem PPDB. “Jadi ada yang mengadu, saat melakukan proses penginputan data, terdeteksi lokasinya berada di Jembatan Tol. Padahal, dia bermukim di Kelurahan Parangloe, ” ungkap Rudi.
Pengaduan itu langsung diteruskan ke dinas terkait. Tidak menunggu waktu yang cukup lama, persoalan tersebut bisa diatasi.
“Di Kelurahan Parangkoe. Mau daftar di SMPN 9, tertulis di situ jembatan tol. Saya telepon Dinas Pendidikan, Ibu Sekretaris langsung perbaiki kembali. Ini bagus. Jika ada kekeliruan ada usaha untuk memperbaiki,” terangnya.
Secara umum, kata Rudi, kinerja Pemerintah Kota Makassar dalam penyelenggaraan PPDB tahun ini mengalami peningkatan. “Artinya, ketika ada kendala bisa mengadu di situ. Termasuk saya selaku Dewan Pendidikan, ada juga yang menghubungi,” ungkap Rudianto.
Ia menilai, respons yang diberikan juga tergolong cepat, sehingga masalah bisa diatasi sesegera mungkin. “Memang ide-ide dan gagasan itu tidak langsung sempurna, pasti ada human error apa segala macam. Laporannya ada kelurahan tidak masuk titik koordinat. Artinya begini, ini kan upaya baru, hal baru. Jadi mungkin ada hal-hal yang kurang, tapi langsung direspons, diperbaiki,” terangnya.
Lebih lanjut, Rudi juga mengapresiasi teknologi yang dimiliki Pemkot Makassar, sehingga pemantauan bisa dilakukan melalui war room di balai kota. “Kemarin kita tinjau di war room, tidak perlu lagi kita ke sekolah-sekolah. Pemantauan cuma ke war room, terekam. Ini hal baru. Jadi kita apresiasi teknologinya pemkot,” pungkasnya
Keluhan lain datang dari Suwardhy, seorang warga yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMP. Dia mengatakan, titik koordinat yang ada di sistem berbeda dengan domisilinya.
“Saya kan tinggal di Kunjung Mae, Mariso. Tapi sistem di PPDB menunjukkan domisili saya di Lette. Masih satu kecamatan iya, tapi kan tidak tepatki, ” ungkapnya.
Diapun mengadukan persoalan tersebut ke sekolah dan telah difasilitasi oleh operator sekolah untuk memperbaiki.
Keluhan juga datang dari salah seorang warga yang tidak bisa mendaftarkan anaknya ke SMP karena tidak memiliki ponsel (gawai) cerdas (smartphone).
Dg Erang, salah seorang warga di Kelurahan Lette yang berprofesi sebagai buruh harian cukup bingung bagaimana caranya mendaftarkan anaknya sekolah. Dia mengaku sudah ke warnet untuk minta tolong didaftarkan PPDB pada hari pertama. Namun, tidak bisa masuk ke aplikasi.
“Kalau tengah malam katanya gampang mendaftar. Tapi tidak ada HP canggihku untuk dipake, ” cetusnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba, mengakui hari kedua ditemukan banyak keluhan soal titik koordinat yang tidak sesuai. Selasa pagi (22/6) saja, sudah ada 15 aduan yang masuk terkait hal tersebut. Namun, tidak menunggu waktu lama, pengaduan langsung direspons.
Caranya, berkoordinasi operator untuk memperbaki kesalahan tersebut. Namun pengaduan juga tidak sertamerta ditindaklanjuti. Warga yang mengadu harus membawa kartu keluarga dan surat pernyataan.
“Ada di aplikasi disiapkan surat pernyataan disiapkan pakta integritas kan. Untuk nyatakan ini kesalahannya internet yang terlempar dia sampai jauh,” jelas Nielma.
Di hari kedua, kata Nielma, aduan tidak bisa masuk ke sistem untuk mendaftar sudah minim. “Istilahnya seperti bottle neck. Kan ini data masuk banyak, sementara kecilki tempat masuknya sehingga terjadi error. Tapi normalmi sekarang,” tambah Nielma.
Menurut dia, hari pertama PPDB, jumlah pendaftar mencapai 5.000 orang, dan yang sudah diverifikasi sekitar 1.000-an orang.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap semua OPD terkait bisa merespons cepat segala keluhan yang masuk terkait mekanisme PPDB. “Saya memang instruksikan, jangan kasih salah-salah ini. Kita mau PPDB berjalan dengan lancar,” tandasnya.
Ketika menerima keluhan ada warga yang tidak bisa mendaftar secara online PPDB karena tidak punya gawai, dengan cepat Danny langsung menelepon Plt Kadis Pendidikan Nielma Palamba untuk dicarikan jalan keluarnya. Dan ternyata ada kemudahan yang diberikan. Orang tua bisa langsung ke sekolah untuk diproses pendaftarannya. (rhm)
