Site icon Berita Kota Makassar

Puluhan Wali Pendaftar PPDB Datangi Disdik

MAKASSAR, BKM — Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru untuk jenjang SD dan SMP di hari ketiga, Rabu (23/6), masih diwarnai sejumlah persoalan. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah terkait titik koordinat yang tidak sesuai dengan domisili peserta didik.
Akibatnya, puluhan orang tua dan wali peserta didik ramai-ramai datang ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar di Jalan Anggrek Makassar. Mereka mengadukan persoalan yang dihadapi.
Di kantor Disdik, disediakan meja panjang dengan tiga operator. Mereka bertugas melayani aduan dari orang tua siswa. Meski begitu, banyaknya masalah titik koordinat membuat antrean mengular. Belum lagi yang duduk di kursi. Sehingga kerumunan tidak terhindarkan.
Salah seorang di antaranya adalah Suriaty Lairing. Wanita yang hendak mendaftarkan anaknya di salah satu SD tersebut mengatakan, saat melakukan pendaftaran, titik koordinat yang menjadi acuan zonasi tidak sesuai dengan domisilinya.

“Saya tinggal di Jalan Lanto Dg Pasewang, terus saat daftar, titik koordinatnya ada di Abdul Kadir, ” ungkapnya saat ditemui di Posko Pengaduan PPDB.
Laporan itu ditindaklanjuti operator yang bertugas dengan syarat pelapor mendaftar dulu, membawa Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan surat keterangan keluhan. “Saya sudah melapor. Sudah ikuti prosedur pelaporan. Berharap agar laporan saya bisa segera ditindaklanjuti agar proses pendaftaran untuk anak saya bisa kembali dilanjutkan,” ungkap wanita yang akrab disapa Suri itu.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Syariffuddin, mengakui bahwa hingga kemarin, keluhan yang paling banyak diterima adalah masalah titik kordinat. Hingga siang, laporan yang masuk dari wali peserta didik sebanyak 5 persen dari jumlah pendaftar atau sekitar 40-50 pelapor.
Dia menjelaskan, ada dua penyebab dari permasalahan yang dialami orang tua atau wali peserta didik. Yakni alamat di KK tidak lengkap, dan data domisili wali peserta didik yang tidak diperbarui.
“Banyak ditemukan KK-nya hanya tertulis alamat rumah. Misalnya di Parangloe, tidak ada sama sekali data RT/RWnya. Itu yang banyak, sehingga kita verfikasi ulang,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selular.

Selain itu, ketidakakuratan titik koordinat pendaftar juga bisa disebabkan oleh saya awal tidak sinkron dengan data baru orang tua siswa. “Akhirnya lari. Alamat lama tidak terverifikasi ulang di mana alamat barunya. Ini menjadi kasus,” lanjutnya.
Namun ia memastikan, jika semua laporan yang masuk akan ditindaklanjuti. Bahkan menurutnya, beberapa di antaranya sudah selesai. “Tapi kita layani semua, dan sudah hampir semuanya selesai. Termasuk yang Parangloe tadi,” katanya.
Terkait banyaknya wali murid yang memadati Kantor Disdik, Syarif mengimbau agar ke depannya mereka cukup mengunjungi posko sekolah untuk melaporkan masalah titik kordinat. “Makanya, kami pernah imbau untuk tidak ke Disdik, tapi namanya orang tua, yah mungkin tidak puas. Padahal kalau ke sini kan menumpuk. Harusnya di sekolah saja,” tutupnya.
Dari hasil rekapitulasi sementara PPDB 2021 hingga kemarin, data yang lolos verifikasi 9657.
Data tersebut bisa dipantau langsung secara real time di https://ppdb.makassar.go.id/. (rhm)

Exit mobile version