Site icon Berita Kota Makassar

Dikendalikan 13 Operator, Beroperasi 24 Jam Sehari

MAKASSAR, BKM — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP dilaksanakan secara daring (dalam jaringan). Sistem yang disiapkan untuk masuk ke website PPDB semuanya dikontrol dan dikendalikan dalam sebuah ruang besar. Ada puluhan layar monitor di dalamnya. Terletak di Lantai 10 Gedung Balai Kota Makassar, Jalan Ahmad Yani.
Ruangan tersebut dinamakan war room. Fungsi utamanya sebagai ruang kontrol untuk memantau aktivitas di berbagai sudut Kota Makassar.

Di dalam ruangan, ada layar lebar melengkung berukuran 6×2 meter. Menampilkan tayangan real time 69 kamera pemantau yang telah ditempatkan di titik-titik strategis di Kota Makassar.
Selain itu, war room juga menampilkan data kependudukan, pemantauan cuaca dan iklim, serta aplikasi tracking GPS pada semua kendaraan layanan publik milik Pemkot Makassar.
Saat ini, war room juga digunakan untuk memantau proses PPDB. Sebagian layar monitor di ruangan tersebut menampilkan data terupdate (real time) terkait jumlah pendaftar PPDB, berapa berkas yang sudah diverfikasi, berapa orang yang mendaftar dalam satu waktu sekaligus, dan secara otomatis melakukan pemeringkatan peserta PPDB.
Melalui layar-layar monitor yang tertempel di dinding, juga bisa dipantau aktivitas operator di ruang pengaduan yang ada di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar dan sekolah-sekolah. War room ini beroperasi 1×24 jam non setop di bawah kendali 13 operator setiap shift yang bekerja selama delapan jam.
Para operator inilah yang memantau dan memastikan sistem berjalan baik dan normal. Mulai dari server, perangkat keras dan lunak, pemanfaatan memori, komputasi, pengunjung situs PPDB secara real time, hingga temperatur ruangan.
Kondisi ruangan war room pun dijaga agar senantiasa bersih. Orang yang ingin masuk ke dalam harus menanggalkan alas kakinya.

Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Makassar Denny Hidayat menjelaskan, para operator ini mendeteksi jika ada anomali terhadap sebagai peralatan IT yang ada di ruangan tersebut dan memastikan seluruh sistem berjalan dengan baik. Jika ada anomali yang terjadi ada sistem, maka otomatis ada notifikasi yang menjadi alarm untuk segera ditindaklanjuti.

Secara umum, kata Denny, selama proses PPDB berlangsung tiga hari, tidak ada kendala berarti yang ditemukan. Seperti pemadaman lampu atau jaringan misalnya, tidak pernah terjadi. ”Kecuali terkait keluhan soal titik koordinat pendaftar, banyak yang tidak sesuai dengan alamat yang bersangkutan,” ujarnya.
Denny mengatakan, soal titik koordinat, sistem memasangnya berdasarkan data yang ditanam Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengacu pada kartu keluarga (KK) satu tahun sebelumnya. Sehingga jika ada yang tidak tepat, berarti update data dan sinkronisasi harus dilakukan. (rhm)

Exit mobile version