Site icon Berita Kota Makassar

Uang Petani Dibayar Awal Bulan Juli

Petani menunjukan padi hasil panennya di kampung Kilasah, Kasemen, Serang, Banten, Sabtu (1/2). Data BPS mencatat target produksi padi Provinsi Banten tahun 2013 sebesar 7.450.000 ton Gabah Kering Giling (GKG) tidak tercapai dan hingga akhir Desember 2013 baru mencapai 6.412.975 ton GKG akibat banyaknya sawah yang terendam banjir hingga mengalami gagal panen. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/Koz/NZ/14.

PINRANG, BKM — Para petani makin resah di Bumi Lasinrang. Sebab, belum ada tanda-tanda kapan hasil panen mereka bisa dibayarkan. Salah satunya, diakui Ahmad Nasruddin. Petani asal Kecamatan Cempa. Sudah terhitung dua bulan, sejak gabahnya diambil oleh para pedagang dan entah kapan bisa dilakukan pembayaran.
“Kalau diuangkan itu gabah yang diambil, nilainya sampai Rp30 jutaan,” ujarnya, Rabu (23/6).

Ahmad pun kian resah. Tak pastinya kapan gabah itu terbayarkan, membuatnya kesulitan saat ini. Masih banyak hal yang mesti tutupi, seperti biaya pupuk, pestisida dan juga biaya lain yang terkait.
“Nah ini juga paling meresahkan, karena sekarang sudah turun sawah lagi, tetapo panen sebelumnya saja belum diterima uangnya,” kesalnya.

Sama halnya dengan pengaku Dessy. Ia menceritakan dari bulan Ramadan kemarin, hasil panen milik ibunya telah diambil. Totalnya ada 80-an karung. Dan sampai saat ini pun, belum pasti kapan itu terbayarkan.
“Kalau saya di Marawi (Kecamatan Tiroang) sawahnya ibu,” terangnya.
Dessy pun kesal sekaligus gundah. Sebab tak pastinya kapan pembayaran gabah itu, membuatnya kesulitan. Belum lagi, ayahnya kini sedang sakit. Ia berharap ada solusi dan jadwal pasti kapan gabahnya itu bisa dibayarkan.
Terpisah, Kepala Unit PT Pertani Cabang Pinrang, Muharis, dihubungi terpisah mengaku, segera mencari solusi terkait menunggaknya pembayaran gabah yang diserap oleh pihaknya.

“Bulan ini, kami upayakan bisa diselesaikan semua keluhan. Paling lambat awal bulan depan Juli insyaallah,”tandas Muharis. (ady/C)

Exit mobile version