Site icon Berita Kota Makassar

Motif Nafsu, Kurir AMIU Bunuh Ibu dan Anaknya

PINRANG, BKM — Jika nafsu birahi merasuk dan menguasai jiwa seseorang, apapun yang menghalangi pasti akan diterjang. Itulah yang terjadi di Bumi Lasinrang, Kabupaten Pinrang.
Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (27/6) pukul 12.30 Wita. Kisah pilu dan menggemparkan warga setempat itu dialami seorang ibu rumah tangga bersama putrinya. Ia meregang nyawa di sebuah kos-kosan Pondok Khayla Jalan Kijang, Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang. Hingga kemarin garis polisi masih terpasang di lokasi tersebut.
Kedua korban adalah Sri Ernawati (34), dan anak laki-lakinya bernama Adri (9). Tubuh mereka yang dalam kondisi mengenaskan pertama kali ditemukan oleh suaminya Ashari (24).
“Suaminya lagi pergi kerja. Pas pulang, dia sudah temukan istri dan anaknya tergeletak di dalam kamar kos,” kata P Nenna saat ditemui di lokasi kejadian.
Kapolsek Watang Sawitto Kompol Hajeri, mengatakan dugaan awal kedua mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. “Ada tiga pisau dapur dan satu gunting yang didapatkan sewaktu olah TKP,” ucapnya.
Kompol Hajeri belum bisa membeberkan kronologi kejadian tersebut. “Saya belum bisa sampaikan kronologinya. Karena masih dalam lidik,” jelasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pinrang Iptu Deky Marizaldi yang dihubungi, Senin (28/6), membenarkan peristiwa tersebut. Anggotanya tidak membutuhkan waktu lama untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut dan menangkap pelakunya.

Kurang dari 24 jam pascaperistiwa berdarah itu, pelaku berinisial AS (19) berhasil diamankan. Pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai kurir air minum isi ulang (AMIU) itu beralamat di Kampung Cikkuala, Kelurahan Langnga, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.
“Pelaku masuk ke kamar kos milik korban untuk mengantar air galon dan melihat korban yang tengah berpakaian,” ujar Deky.
Dari situlah, lanjut Deky menambahkan, timbul niat jahat pelaku. Ia hendak merudapaksa korban. Caranya, langsung memegang tangan korban dan mendorong badannya sehingga terjatuh di tempat tidur.
“Korban sempat melawan, sehingga pelaku mengambil pisau dapur yang ada di samping tempat tidur dan menikam korban sebanyak dua kali,” bebernya.
Dalam kondisi sudah ditikam, tambah Deky, pelaku masih ingin merudapaksa korban, namun putra korban keluar dari WC. “Pelaku berbalik dan memukul perut anak korban kemudian kembali mengambil pisau yang lain dan menikam korban sebanyak dua kali” jelas Deky.
Setelah melakukan aksinya tersebut pelaku mengunci kamar korban dan membuang kunci kamar korban di sungai.
Kasat Reskrim menambahkan lagi terkait motif kasus penganiayaan berat yang menyebabkan ibu dan anaknya meninggal dunia. AS mengaku tergiur dengan kemolekan tubuh korban yang saat itu berpakaian minim sehingga khilaf hendak merudapaksanya.

“Setelah memeriksa saksi-saksi, akhirnya kurang lebih tiga jam pelaku pembunuhan kita amankan dan mengakui perbuatannya jika ia khilaf dan tergiur dengan kemolekan tubuh korban,” ucap Deky.
Adapun luka-luka yang terdapat di tubuh korban Sri Irmawati Nur, yakni tusukan pada bagian pinggang kanan dan punggung belakang, serta luka bekas cakaran di leher. Sementara anak korban, Adri mengalami luka tusuk pada bagian leher sebelah kanan.
“Barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara, tiga buah pisau dapur dan satu buah gunting,” terang Deky. (ady/b)

Exit mobile version