Site icon Berita Kota Makassar

Ingin Naikkan Suara Demokrat Sulsel di Pileg

MAKASSAR, BKM–Mantan Wali Kota Makassar dua periode lham Arief Sirajuddin (IAS) tetap merespon atas adanya dukungan agar dirinya kembali maju di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel akhir 2024 mendatang.
Hanya saja, IAS yang pernah maju bersama Abd Aziz Qahhar Mudzakkar pada pilgub 2013 lalu mengaku ingin bekerja untuk memenangkan Partai Demokrat di pemilu legislatif (pileg) Februari 2024 lebih dulu.
“Kalau ditanya apakah saya siap maju di pilgub, maka jawabanhya yakni harus memenangkan Partai Demokrat pada pileg nanti,”ujar IAS, Selasa (29/6).
Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini yakin bila masih banyak masyarakat yang masih mengenal dirinya, serta bagaimana cara mengatur strategi sehingga siap mendukungnya jika maju di pilgub, “Namun itu tadi, harus menaikkan suara Demokrat lebih dulu,”ujar IAS ulang.

Menurutnya, pada pilgub lalu dirinya mendapat dukungan 1,7 juta lebih, dimana saat itu suara Demokrat hasil pemilu 2009 lebih 462 ribu.
Ketika ditanya bagaimana caranya agar suara dan kursi demokrat bisa meningkat, IAS yang pernah memimpin Partai Golkar Sulsel mengaku memiliki strategi atau cara agar tetap mendapat simpati dari masyarakat.
“Saya punya strategi, namun untuk langkah awal harus mengikuti musyawarah daerah (musda) Demokrat Sulsel lebih dulu,”jelasnya.
IAS berharap agar musda Demokrat bisa melahirkan ketua dan pengurus yang punya visi untuk memenangkan partai dalam setiap kontestasi.
Soal rivalitasnya dengan Ni’matullah Erbe alias Ulla, IAS mengaku hubungannya tetap harmonis, saling kontak dan bertemu. “Kalau dinamika musda itu hal biasa, semua bermuara pada musyawarah dan pendekatannya rekonsiliasi,”harap IAS.

IAS dan Ulla telah memastikan diri akan maju di arena musda. Keduanya menegaskan akan berjuang semaksimal mungkin agar musda mendatang tidak melahirkan perpecahan internal.
“Itu sudah jadi tekad saya. Kedepankan konsolidasi yang lebih condong pada upaya konsolidasi. Insya Allah jika saya dan Ni’matullah bergandengan tangan untuk Demokrat, akan menjadi kekuatan yang jauh lebih diperhitungkan ketimbang harus terpecah,” ujar IAS.
Tekad ini dijaga IAS dengan sejumlah langkah. Di antaranya, semua upaya konsolidasi dengan DPC se-Sulsel selalu diawal dengan penyampaian kepada Ulla. Upaya lain, IAS baru-baru ini menemui Ulla dan ngobrol empat mata, Sabtu malam pekan lalu, di Swiss Bell Panakkukang. Pertemuan itu menjadi signal kuat IAS dan Ulla akan bergandengan apapun hasil musda mendatang.
“Kalau orang lihat dari luar seakan-akan kami bersaing dan bergesekan. Tapi saya merasa tidak demikian. Komunikasi kami sangat intens. Komunikasi chating lancar, pertemuan juga sering. Soalnya, saya dan Ni’matullah kan sama-sama cinta Demokrat,”ujarnya.

Terkait pertemuannya dengan 12 DPC serta 2 DPC melalui virtual, IAS mengaku jika pertemuan dengan DPC bisa dimaknai ada kerinduan dengan dirinya.
“Kita berharap musda tidak melahirkan kubu atau jangan sampai ujungnya ada persaingan, namun program dan visi. Itulah yang saya paparkan ke pengurus DPC, bukan persoalan dukungan tapi kondisi dan tantangannya yang kita ingin pecahkan bersama,”jelas suami dari anggota Fraksi Demokrat DPR RI Aliyah Mustika ini.
IAS berharap DPP segera menurunkan jadwal musda. “Semoga setelah Kaltara menggelar musda turun jadwal dari DPP karena musda harus selesai januari mendatang,”ucapnya.
Sebuah sumber menyebutkan jika IAS barus aja menggelar pertemuan dengan 12 DPC dan Dua melalui virtual.

Ke 14 DPC itu yakni Maros, Pinrang, Parepare, Soppeng, Wajo, Luwu, Bulukumba, Sinjai, Barru, Toraja Utara, Jeneponto, Bantaeng, Luwu Utara dan Palopo. (rif)

Exit mobile version