PEMERINTAH Pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) di seluruh daerah di Indonesia masih di angka 5,7 persen per Juni 2021.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyebut, insentif total bagi seluruh nakes sebesar Rp7,6 triliun
“Untuk insentif tenaga kesehatan dari total anggaran Rp7,6 triliun yang terealisasi baru Rp442 miliar atau 5,7 persen,” kata Sri Mulyani, beberapa waktu lalu.
Data dari 34 provinsi menunjukkan, persentase pencairan insentif terbesar berada di Nusa Tenggara Timur yakni 14,87 persen atau Rp32,4 miliar dari alokasi Rp218,03 miliar.
Sementara persentase pencairan insentif terendah berada di Sulawesi Tenggara yakni 0,12 persen atau Rp320 juta dari alokasi Rp274,26 miliar.
“Ya lagi tiap provinsi bisa berbeda-beda ada yang masih sangat kecil 0,12 contohnya seperti Sulawesi Selatan,” terangnya.
Di Kota Makassar sendiri sesuai kucuran anggaran yang diberikan pemerintah pusat, Dinas Kesehatan hanya memprioritaskan hanya untuk Nakes yang mengabdi di rumah sakit.
Untuk membayarkan insentif tenaga kesehatan (Nakes) dinkes mengutamakan dari RSUD Daya. Itu menyusul anggaran yang diterima pihaknya dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak mencukupi.
Adapun anggaran yang seharusnya diterima Dinkes untuk pembayaran insentif ialah sekitar Rp15 miliar. Baik untuk nakes di RSUD maupun di 47 puskesmas yang ada.
Plt Kepala Dinkes Kota Makassar, Khadija Iriani, mengatakan, bahwa anggaran yang baru dikucurkan oleh Kemenkeu ialah Rp7 miliar. Sisanya, yakni Rp8 miliar untuk nakes puskemas belum ada.
“Kan kemarin yang turun anggarannya Rp7 miliar lebih, ternyata kita membutuhkan anggaran Rp15 miliar lebih. Jadi yang kita selesaikan dulu rumah sakit,” ucap Iriani, kemarin.
Sedangkan untuk insentif nakes yang dibayarkan, dikatakan Iriani sapaan akrabnya ialah selama empat bulan. Terhitung mulai September sampai Desember 2020.
“Itu pun pun kemarin masih diverifikasi di Inspektorat tapi kayaknya sudah masuk. Jadi masih ada kekurangan Rp8 miliar untuk Puskesmas semua,” terangnya. (rhm)
