WAJO, BKM — Berita duka datang dari masyarakat Desa Parigi, Kecamatan Takkalalla. Pasalnya, Kades Parigi Hj Yulia Yasmin menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Wahidin, Kamis (1/7).
Beredar isu bahwa, almarhumah meninggal dunia gegara tidak cocok dengan vaksin covid-19 usai menjalani vaksinasi tahap dua.
Setelah mendapatkan vaksin tahap dua muncul gejala kelopak mata yang selalu jatuh.
Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Wajo, Safaruddin mengatakan isu tersebut tidak bisa dipastikan kebenarannya.
“Isu itu tidak bisa dipastikan kebenarannya. Sebelum divaksinasi tim melakukan screening dan pemeriksaan. Bagi yang memenuhi syarat yang divaksinasi,” ujar Safaruddin.
Dia menambahkan jeda pemberian antara vaksin pertama dan kedua adalah 28 hari. Salah satu tujuannya untuk melihat apakah usai divaksinasi menimbulkan efek bagi penerima atau tidak.
“Mari kita lepas doakan almarhumah semoga terbaik di sisi-Nya. Saya kira itu adalah hal terbaik dilakukan sekarang. Dinkes akan memantau perkembangan kejadian ini dengan berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel. Mari kita percayakan kepada mereka” jelasnya..
Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo melalui Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit Andi Sumange Alam mengakui berdasarkan hasil diagnosa RSUD Lamaddukkelleng, sebelum almarhumah berobat mandiri ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo diagnosisnya efusi pluera dextra (ada penumpukan cairan di lapisan paru-paru). Tidak terdapat diagnosis KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), jadi bukan efek vaksin.
“Berdasarkan diagnosa tersebut dipastikan isu almarhumah meninggal dunia karena efek samping vaksin tidak benar,” Andi Sumange.
Sementara Bupati Wajo yang dihubungi melalui ajudannya menyampaikan duka cita mendalam.
“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Wajo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Hj Yulia Yasmin. Semoga segala amal ibadah almarhumah diterima dan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tandas Amran. (ono/C)
