MAKASSAR, BKM — Rangkap jabatan yang kini dilakoni Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu terus menuai reaksi hingga penolakan. Kali ini datang dari mantan Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma.
Menurut Hatta, sejak lama orang Luwu mengharapkan ada tokoh lokal yang masuk dalam jajaran komisaris atau komisaris independen sebagai perwakilan. Namun hal itu selalu ditolak. Bahkan saat nama Prof Idrus Paturusi dimasukkan sebagai komisaris independen, warga juga melakukan protes.
“Saat itu saya menjabat bupati, dan itu ditolak meski saya dan Pak Idrus Paturusi punya hubungan keluarga,” ujar Opu Hatta, Rabu (30/6).
Untuk itu, Opu Hatta berharap jika sudah ada polemik, sudahilah. Apalagi ada aturan yang tidak membolehkan rangkap jabatan. “Iya kan, aturannya tidak boleh. Daripada berpolemik, sudahi saja,” pintanya.
Opu Hatta yang juga ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulsel ini sedikit bercerita soal protes warga kepada Idrus Paturusi, sehingga dirinya dipanggil ke Jakarta oleh komisaris utama dari Singapura.
Saat di Jakarta, ia bertemu orang bule kewarganegaraan Singapura untuk membicarakan solusi permasalahan ini.
Komisaris utama menawarkan penambahan nama komisaris independen, namun Opu Hatta tetap menolak karena hal itu bukan jalan keluar. “Saya tetap meminta agar diganti oleh tokoh lokal, bukan menambah,” jelas Opu Hatta.
Dijelaskan, manajemen PT Vale dinilai telah menyakiti masyarakat Luwu, khususnya Luwu Timur. “Tapi saat itu, saya tidak gembor-gemborkan di koran,” bebernya.
Opu mengakui saat ini dirinya telah melihat di grup media sosial yang ada Luwu Raya terjadi penolakan atas rangkap jabatan itu. “Untuk itu, saya minta dibicarakan baik-baik dengan tokoh dan pemerintah daerah setempat, agar tidak ada bias ke depan nantinya,” ucapnya.
Mantan ketua DPD II Partai Golkar Luwu Timur ini, menambahkan bahwa pengangkatan rektor Unhas sebagai komisaris independen di PT Vale tak ada kaitannya dengan gubernur Sulsel. Sebab untuk mengusulkan nama komisaris itu ada timnya. “Saya dengan ibu Rektor dan Pak Idrus Paturusi sangat dekat,” pungkasnya. (rif)
