MAKASSAR, BKM– Menjelang Iduladha, Pemerintah Kota Makassar memperketat distribusi hewan ternak untuk kurban, khususnya sapi dan kambing. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Danny Pomanto meminta agar hewan layak dikurbankan diberikan kode QR.
Plt Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Evy Aprialty menjelaskan, pihaknya sudah menggelar rapat pemantapan mengenai pengawasan hewan kurban. Ada beberapa poin penting hasil rapat yang akan ditindaklanjuti. Di antaranya, Dinas DP2 akan menerjunkan tim yang melibatkan 100 orang untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, dan pengawasan terhadap calon hewan kurban.
“Rencananya mereka akan turun melakukan pemeriksaan tujuh hari sebelum lebaran atau H-7,” ungkap Evy, akhir pekan lalu.
Dia melanjutkan, tim yang dilibatkan berasal dari dokter hewan dari DP2 Kota Makassar, khususnya staf bidang peternakan dan kesehatan hewan, dokter hewan dari kampus serta perusahaan yang berkompeten. Mereka nantinya akan disebar ke 14 kecamatan yang ada di Kota Makassar dan bertugas hingga tiga hari setelah lebaran (H+3).
“Jadi sebelum lebaran, hewan ternak akan kita periksa semua. Setelah lebaran, hingga plus tiga hari, kita akan evaluasi, kita lihat hasil pemotongan hewan kurban apakah layak, ada penyakit atau tidak, ” tambah Evy.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP2 Kota Makassar Andi Herliyani menambahkan, estimasi kebutuhan hewan kurban untuk Iduladha 1442 H tahun ini sekitar 5.000-6.000 ekor. “Itu termasuk kambing dan sapi,” jelasnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah memerintahkan DP2 secara langsung untuk segera melakukan pengecekan secara cermat terhadap calon hewan kurban yang masuk ke Makassar.
Jika calon hewan kurban bebas penyakit, sehat, dan dinyatakan layak serta memenuhi persyaratan untuk disembelih pada hari Iduladha, Danny meminta agar diberikan kode QR. Jadi saat diperiksa melalui scanning, data kesehatan dan kelayakannya bisa langsung diketahui.
“Saya sudah instruksikan agar periksa semua calon hewan kurban. Nantinya hewan kurban harus pakai QR code yang sudah dinyatakan sehat,” tandas Danny.
Kode QR atau bisa dikenal dengan istilah QR code merupakan bentuk evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Isi kode matriks atau barcode dua dimensi dapat diuraikan dengan cepat dan tepat. Kode QR bisa memberikan beragam jenis informasi secara langsung. Untuk membukanya, dibutuhkan scan atau pemindaian dengan smartphone.
Hewan yang masuk ke Makassar dan akan disembelih diperiksa fisik luar seperti, kulit, kaki, gigi, mata. Sampai tahap pemotongan hewan tetap dalam pengawasan semua organ tubuhnya.
Selain itu, kata dia, DP2 juga menggunakan kartu yang diberikan pada penjual daging atau tempat pemotongan hewan kurban yang harus diperlihatkan pada masyarakat, bahwa daging sudah layak diolah dan komsumsi karena sudah melalui pemeriksaan yang intensif. (rhm)
