MAKASSAR, BKM — Sebuah berita di salah satu situs berita online nasional menyebar di beberapa grup WA, Selasa (6/7/2021) hari ini. Berita itu menyebutkan seorang pelaut asal Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara bernama Samidin terdampar di Pulau Bakki, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan karena sampan yang ia tumpangi bocor.
Samidin bertolak dari Kabupaten Pinrang. Rencananya ia pulang ke kampungnya di Boneoge, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
Membaca berita ini, Kerukunan Keluarga Indonesia Buton (KKIB) Sulselbar langsung turun tangan. Ketua KKIB Sulselbar, Prof Dr Ir Sumbangan Baja, Selasa (6/7/2021) meminta pengurus KKIB untuk menelusuri keberadaan Samidin di Kabupaten Barru. Tujuannya agar KKIB bisa membantu Samidin pulang ke kampungnya menggunakan transportasi yang layak dan aman. Tidak perlu menggunakan sampan.
Pengurus KKIB Sulselbar, Dr Tasrifin Tahara langsung menghubungi rekannya Abdul Muhaemin yang bekerja di BPBD Barru. Pihak BPBD Barru yang mendapat informasi ini langsung melakukan pencarian.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barru yang terdiri dari Sudirman dan Syahruddin langsung melakukan koordinasi dengan warga di Pulau Bakki. Akhirnya pria 45 tahun ini berhasil ditemukan. Warga langsung membawa Samidin ke pemukiman yang berada di daratan.
Saat ditemukan, kondisi Samidin memprihatinkan. Ia mengaku tiga hari tiga malam tidak makan karena terombang ambing di laut. Ia nekat pulang kampung ke Buton Tengah menggunakan sampan karena tidak punya uang.
Sebelumnya, Sekjen KKIB Sulsebar, Dr Muliadi Mau sempat melakukan kontak dengan TRC BPBD Barru Sudirman. Saat itu Sudirman dalam perjalanan menjemput Samidin.

“Minta tolong Pak Sudirman agar Pak Samidin dibujuk untuk bisa dibawa ke daratan. Nanti kami akan fasilitasi untuk pulang ke kampung,” kata Muliadi.
Sementara itu, dua pengurus KKIB Sulselbar, Dr Tasrifin Tahara dan Haslimin berangkat dari Makassar menuju Barru. Mereka akhirnya bertemu dengan Samidin di kantor BPBD Barru.
Kepada Tasrifin, Samidin mengaku jika ia sebelumnya merantau di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tetapi lima bulan lalu ia dan beberapa rekannya diajak ke Pinrang untuk budidaya rumput laut. Selama lima bulan di Pinrang, nasibnya tidak jelas. Beberapa rekannya juga tidak ditahu dimana. Akhirnya ia memutuskan pulang ke Buton. Tapi uangnya tidak ada.

“Saya nekat saja pulang pakai sampan. Tiga hari tiga malam di laut saya tidak makan. Karena sampanku bocor saya berlabuh di pulau,” kata Samidin dengan suara lemah.
Namun Samidin begitu gembira ketika ia tahu ada orang Buton di Makassar yang datang menolongnya. Wajahnya yang tadinya lesu, kembali bersemangat.
Kepada Berita Kota Makassar, Tasrifin mengaku akan membawa Samidin ke Makassar. Untuk sementara ia akan diinapkan di rumah Tasrifin.
“KKIB Sulselbar yang akan langsung memfasilitasi kepulangan Pak Samidin sampai tiba di kampungnya di Boneoge, Kecamatan Lakudo, Buton Tengah. Besok kami akan urus dokumen kesehatannya agar bisa berangkat,” ujar dosen Antropologi Unhas ini.
Tasrifin juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Barru yang bekerja sigap dan cepat. “Terima kasih kepada BPBD Barru yang sudah membantu dan peduli dengan sesama,” tutup Tasrifin. (*)

