MALILI, BKM — Kemensos RI mencanangkan Kawasan Siaga Bencana (KSB) dan Launching Tagana Masuk Sekolah (TMS) di Lapangan Sepakbola Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu, Minggu (4/7).
Pencanangan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) yang diwakili Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Mitigasi, Iyan Kusmadiana, Kadis Sosial Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala, Bupati Luwu, Basmin Mattayang, dan unsur Forkopimda Kabupaten Luwu yang diikuti oleh seluruh peserta.
Bupati Luwu, Basmin Mattayang dalam sambutannya menyampaikan bencana yang sering terjadi di Kabupaten Luwu adalah banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. Hal tersebut menjadi mengerikan khususnya bagi masyarakat dikarenakan bencana tidak dapat diprediksi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan dan perubahan perilaku masyarakat sehingga perlu dilakukan upaya penurunan risiko bencana yaitu dengan melakukan siaga bencana.
“Kembali saya mengingatkan komitmen kita untuk melakukan langkah konkrit yang mendasar dalam upaya kewaspadaan dan kesiapan kita dalam menghadapi bencana yang terjadi,” jelas Basmin.
Kepala Sub Direktorat Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kementerian Sosial RI, Iyan Kusmadiana mengungkapkan kegiatan ini sangat sangat strategis bagaimana mengedepankan peran masyarakat dalam bencana sebelum bantuan datang.
“Sebanyak 120 orang perwakilan dari Kecamatan Bua dan Ponrang sudah mengikuti pelatihan dan sudah siap menghadapi bencana,” paparnya.
Kadis Sosial Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala menyebutkan sejak tahun 2010 di Sulsel telah dibentuk 19 titik kawasan siaga bencana pada 12 kabupaten kota dan secara bertahap program ini diharapkan mampu merata di seluruh kabupaten/kota. (rls)
