Site icon Berita Kota Makassar

Pemkot akan Siapkan Tempat Isman

WALI KOTA Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto berencana menyiapkan tempat isolasi mandiri (isman) bagi masyarakat yang terpapar covid-19.
“Saya rancang memang, khusus warga Makassar yang isman, saya akan rancang,” kata Danny saat ditemui di Balai Kota Makassar, Senin (5/7).

Langkah ini diambil untuk menangani kasus covid-19 yang naik tajam setiap hari selama beberapa pekan terakhir.
Kata Danny, tempat isolasi mandiri ini akan terpusat di satu tempat yang dekat dengan pantai agar pasien covid bisa melakukan aktivitas berjemur serta meningkatkan imunitas tubuh.
“Harus disiapkan tempat isolasi mandiri yang terbuka dan bisa berjemur. Kan begini, (varian) Delta ini sangat rawan dengan AC. Ini persoalannya. Makanya kita cari tempat yang banyak anginnya begitu. Paling tidak dekat-dekat laut begitu di mana mereka bisa berjemur atau apa,” jelas Danny.
Rencana untuk menghadirkan tempat tersebut, malam ini setelah melakukan rapat dengan stakeholder terkait.
“Ini malam (Senin malam) kita putuskan, besok (hari ini), saya akan mencari lokasinya. Dan insya Allah minggu ini kita akan tetapkan,” kata Danny.
Dia mengatakan, Pemkot Makassar akan massif melawan covid-19 yang menunjukkan tren kenaikan beberapa hari terakhir.
Secara serentak, dia juga akan menurunkan tim detektor yang baru saja dilaunching pada Kamis (8/7).
“Saya ramalkan kita akan menemukan banyak orang yang harus diisolasi. Sehingga saya akan segera melaporkan ini ke Bapak Plt Gubernur,” ujarnya.
Dia juga mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel agar berkonsolidasi dan bahu membahu dengan Pemkot Makassar untuk memerangi covid-19.
Termasuk memikirkan tempat-tempat isolasi mandiri yang dibagi per rayon. Jangan hanya dipusatkan di Makassar.
Misalnya, untuk daerah atau rayon utara dipusatkan di Parepare, rayon timur di Bone, dan rayon selatan di Bantaeng.

“Tapi Makassar tetap menjadi lokasi rujukan kalau tidak bisa ditangani di daerah. Makassar siap. Karena kalau ditumpukkan di satu tempat, takutnya nanti status itu membuat Makassar jadi status merah kemudian PPKM darurat turun, ekonomi mati, padahal ini akibat daripada bukan internal Makassar. Itu persoalannya,” jelas Danny.
Diapun berjanji jika mekanisme yang ditawarkan bisa berjalan, Pemkot Makassar akan bantu support tenaga kesehatan di daerah yang kekurangan. (rhm)

Exit mobile version