MAKALE, BKM–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan mendorong keterwakilan perempuan menakhodai Golkar di kabupaten.
Keterwakilan perempuan menjadi ketua Golkar ditingkat kabupaten terbuka lebar selama Taufan Pawe jadi Ketua Golkar Sulsel.
Hai itu dibuktikan dari 15 kabupaten kota sudah menggelar musyawarah daerah (musda), dua ddiantaranya dipimpin oleh kaum perempuan, selain Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari juga Wakil Bupati Sinjai Kartini Ottong.
Tiga daerah masih berpeluang menjadi ketua Golkar perempuan. Daerah itu yakni Tana Toraja yang menjagokan Yariana Somalinggi yang kini tercatat sebagai anggota DPRD Tana Toraja, Nurhaenih yang juga ketua DPRD Palopo serta Bupati di Luwu Utara Indah Putri Indriani.
Di Tana Toraja tensi politik terus memanas, sehingga musda dua kali ditunda sebab dua kubu berseberangan Yariana Somalinggi, istri Bupati Theofilus Allorerung, dan ketua Golkar demisioner Victor Datuan Batara.
Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Sulsel, dr Salwa Mochtar tidak menampik Ketua DPD I Golkar Sulsel TP memberi peluang perempuan menempati posisi strategis di Partai Golkar.
Kondisi ini sinyal bagi Yariana memimpin Golkar Tana Toraja, apalagi jika partai mencari sosok pemimpin jebat dan mumpuni.
Apalagi Yariana selama dua periode menjadi anggota DPRD Tana Toraja memiliki kompetensi dan kualitas selalu menonjol dari anggota dewan lainnya.
Menurut dr Salwa Mochtar, kader srikandi wanita Golkar tentu tidak kalah dari kader Golkar pria didapuk ketua Golkar Kabupaten, dan komptensi perempuan Golkar dibuktikan saat fit and propert test lalu di Makassar.
Ketua KPPG Sulsel ini mengaku jika Golkar terus melakukan Capacity Building tidak hanya internal untuk pengurus perempuan di provinsi tetapi juga merangkul dan mengakomodir kepengurusan KPPG di Kabupaten/Kota (gus/rif/c).
