GOWA, BKM — Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, melakukan tracking di Malino Good City (MFC). Tracking ini dilakukan, Senin pagi (5/7) dengan sasaran para pemilik kedai, pelayanan dan pengunjung di Malino Food City yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, pusat kota Malino.
Seluruh pelayan MFC di swab PCR untuk memastikan kondisi mereka reaktif atau non reaktif paska-viral di medsos pesta musik yang digelar salah satu komunitas Semut saat akhir pekan kemarin, Sabtu 3 Juli di MFC. Dalam aktivitas malamnya di MFC, komunitas ini dinilai melanggar ketentuan prokes.
Berawal dari itu, tim Satgas Gugus Covid19 kecamatan bergerak melakukan tracking. Seluruh pelayan termasuk pemilik mini kafe yang berada dalam kawasan kuliner Malino ini.
Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlyh, saat dikonfirmasi, Senin (5/7), membenarkan telah terjadi pelanggaran prokes. Dimana terdapat sekitar 20 orang mengaku anggota komunitas Semut (seniman musik dangdut) yang beraktivitas di MFC terlihat membentuk kerumunan tanpa jarak, tanpa masker.
”Karena dikuatirkan akan menimbulkan klaster baru, maka kita lakukan tracking kepada para pemilik tenant kuliner maupun pelayan di MFC untuk memastikan. Sebab kita tidak mau klaster Covid ini tercipta paska kegiatan pesta nyanyi tersebut,” jelas Iptu Hasan.
Kapolsek pun berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Malino dan kemudian melakukan penyemprotan cairan disinpektan di kawasan kuliner MFC, termasuk di tempat menginap para Pemuda komunitas tersebut. Mereka dites swab antigen. Kalau hasil tes antigennya reaktif, dilanjut tes swab PCR. Hasilnya dibawa ke lab di RSUD Syekh Yusuf Sungguminasa untuk ditahu hasilnya apa ada yang terpapar atau tidak.
”Kami juga akan menyurat kepada masyarakat yang melakukan kegiatan untuk dilakukan tes swab di Rumah Sakit Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Mari kita bersama memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dengan wajib menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan pakai sabun hingga bersih,” kata Iptu Hasan.
Sementara itu Abd Khadir selaku owner Malino Food City saat dikonfirmasi BKM via whatsapp, Senin sore (5/7), mengatakan, terkait adanya acara pesta musik di kawasan kuliner MFC di luar sepengetahuannya.
”Kegiatan musiknya itu kita tidak tahu. Kami tahunya mereka (komunitas seniman musik dangdut) datang sekitar 35 orang makan minum di Malino Food, katanya pembubaran panitia kegiatan musik. Dan setelah itu mereka mulai mengeluarkan peralatan musik berupa organ/elekton lalu mereka bernyanyi. Kami sempat menegur untuk menerapkan prokes sebab mereka tidak bermasker. Usai ditegur, mereka tidak lagi melakukan aksi joget-joget. Ternyata hal ini viral di medsos melalui pemberitaan salah satu media yang diposting di medsos,” beber Abd Khadir.
Kendati demikian, Abd Khadir memberikan ruang bagi Satgas Covid19 untuk melakukan tes swab antigen dan PCR bagi karyawan MFC. ”Ada enam orang karyawan Malino Food dites swab antigen termasuk saya juga,” ucap Abd Khadir. (sar)

