ENREKANG, BKM — Bantuan riset dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Enrekang yang mengalir ke Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN),Yunus Busa yang menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat mendapat perhatian dari mahasiswa.
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Koalisi Rakyat (Perkara) menggelar unjuk rasa di Gedung Baznas Enrekang Selasa (6/7) terkait penyaluran zakat oleh Baznas kepada sang Rektor yang dinilai tidak tepat sasaran. Sebab masih banyak golongan fakir miskin yang belum teratasi di Kabupaten Enrekang.
Selain orasi di Gedung Baznas demonstran yang pimpin Ciwang juga melakukan aksinya di Polres dan DPRD setempat. Mereka menyampaikan beberapa poin tuntutanya diantaranya mendesak Baznas melakukan transparansi dana zakat dan mendesak Polres Enrekang mengaudit dana yang dikelolah Baznas.
“Pendistribuasian zakat kepada Rektor UNIMEN salah asaran. Seharusnya untuk fakir miskin kenapa justru diberikan kepada pejabat dan itu tidak etis,” tegas Ciwang dengan lantang.
Para demonstran mendesak DPRD Enrekang mengevaluasi kinerja pengurus Baznas yang dinilai tebang pilih dalam pendistribusian dana zakat apalagi sampai menyalurkan kepada orang kaya.
“Kami meminta anggota DPRD mengevaluasi kinerja Baznas yang tebang pilih dalam pendistribusian zakat,” harap Ciwang.
Sementara Ketua DPRD Enrekang Muh Idris Sadik berjanji akan memanggil pengurus Baznas terkaiat masalah tersebut. Pihaknya tidak bisa mengambil keputusan sebelum mencermati dari berbagai fariabel perturan dan perundang-undangan.
“Terkait di Baznas, DPRD menjadwalkan memanggil pengurus dan menulusuri hal apa yang tidak sesuai peraturan dan perundang undangan,” tegas Idris Sadik saat menemui para demonstaran di Gedung DPRD.
Terpisah, Bupati Enrekang H Muslimin Bando mengatakan seharusnya rektor tidal lagi mendapat bantuan. Dia meminta kepada sang rektor agar mengembalikan dana yang diterimanya dari Baznas.
“Harus ada pengembalian. Tidak bisa itu, karena rektor tidak perlu lagi dibantu. Saya sudah sampaikan kalau itu tidak bisa, harus prioritaskan yang kurang mampu. Nanti salah sasaran, berdosa kita,”jelas Muslimin Bando. (her/C)
