MAKASSAR, BKM–Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily meminta, seluruh kader untuk mendorong Ketua Golkar Sulsel, Taufan Pawe (TP) untuk maju dan bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel 2024 mendatang.
Hal tersebut ia sampaikan saat Program Pelatihan Executive Education Program for Young Political Leaders Angkatan ke-2, Golkar Institute, Rabu (7/7).
Bahkan Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute ini meyakini, bekal TP sebagai Wali Kota Parepare dua periode berprestasi, bisa dengan mudah mendapat kepercayaan masyarakat Sulsel untuk menjadi pemimpin selanjutnya.
“Kami sangat bangga terkhusus kepada Pak Taufan ini adalah Ketua Golkar Sulsel. Dan Sulsel kita tahu lumbung suara Partai Golkar. Saya kira kita semua sepakat untuk mendorong Pak Taufan Pawe merebut kekuasaan di Sulsel,” kata Ace Hasan.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini turut mengapresiasi kehadiran TP secara virtual tampil sebagai pengajar di Golkar Institut. Bahkan, Ace Hasan tak segan memuji TP sebagai pemimpin penuh kapasitas saat berbagi pengalaman tentang kepemimpinan.
“Golkar Institut memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Taufan yang sangat kompoten dan berpengalaman untuk bisa memberikan pencerahan kepada kita semua. Tentu kami sangat bangga. Apalagi beliau kader Golkar. Semoga bapak terus berkarya dan mengabdi demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara TP saat menjadi narasumber di Golkar Institute berbagi tips kepemimpinan pada kader-kader muda Partai Golkar. Dirinya mengatakan, memimpin suatu daerah dibutuhkan arah dan kebijakan yang jelas. Salah satunya berpegang teguh kepada janji-janji politik yang pernah dijual kepada masyarakat.
“Janji-janji politik ini kita tahu enam bulan setelah pelantikan maka harus lahir peraturan daerah yang memuat tentang RPMJD. RPMJD Ini adalah merupakan sari patih dari janji-janji politik kepala daerah. Inilah GPSnya inilah arah yang harus diketahui,” kata TP.
Ketua MKGR Sulsel ini juga meminta kader-kader muda Golkar yang ingin maju menjadi pemimpin tidak hanya bermodalkan semangat atau ambisi. Harus memahami betul kewenangan yang ada, sehingga tidak menjadi kesewenang-wenangan jika terpilih kemudian hari.
“Saya yakin dengan hadirnya Golkar Institute, ketua umum (Airlangga Hartarto) kita ingin betul mengubah paradigma yang ada. Bahwa jangan sampai ada kader Golkar sebagai pemimpin pada akhirnya terterpa dengan kehinaan,” pungkasnya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto memanggil TP dengan sebutan Gubernur, saat acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar di kantor DPP beberapa waktu lalu.
“Silakan, Pak Gubernur Taufan Pawe,” kata Airlangga di depan pada Wakil Ketua Umum DPP Golkar dan Ketua DPD I Partai Golkar se-Indonesia itu. (rif)

