SEBELUMNYA, Syaharuddin Alrif menerima La Ode Mursidin alias Samidin yang baru saja terdampar bersama perahunya di Pantai Labuange, Kecamatan Mallusetasi, kabupaten Barru.
Syaharuddin Alrif yang juga Wakil ketua DPRD Sulsel ini sengaja mengundang Samidin yang sempat viral di media sosial di ruang kerja Wakil Ketua DPRD Sulsel, Kamis (8/7).
Samidin datang didampingi pengurus kerukunan keluarga Buton.
Dalam pertemuan itu, Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel menawarkan apakah pak Samidin ingin pulang menggunakan pesawat atau kapal laut, namun karena Samidin takut untuk naik pesawat dan memilih naik kapal laut. Dan kebetulan ada calon mahasiswa baru UNM dari Buton yang ingin pulang dan siap mendampinginya sampai ke tujuan.
Syaharuddin Alrif juga sempat menelpon Gubernur Sulawesi Utara Alimazi dan Anggota DPRD Prov Sulawesi Utara Syarul Said, agar sesampainya dibuton untuk segera dicarikan pekerjaan yang layak buat Samidin.
Akhirnya Samidin difasilitasi untuk pulang melalui laut dan di berikan sejumlah uang sebagai bantuan untuk memulai usaha di kampung halaman
Syahar-panggilan akrab Syaharuddi Alrif juga memberikan kenang-kenangan berupa baju batik yang bisa di gunakan untuk beribadah. “Pak Samidin rajin beribadah dan fokus dalam satu bidang pekerjaan, sehingga dapat mendapatkan hasil yang maksimal dalam usahanya,”pinta Syahar.
Seperti diketahui, perahu yang di gunakan untuk pulang ke kampungnya di kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara dari Kabupaten Pinrang mengalami kebocoran.
Nasib yang dialami Samidin seelumnya telah sampai ditelinga ketua DPW Nasdem Sulsel Rusdi Masse (RMS).
RMS langsung menghubungi beberapa kader Nasdem Sulsel meminta mencari Samidin. “Carikan orang ini. Saya mau bantu,”demikian pesan RMS pada Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syahar, Rabu (7/7) malam.
Sebelum menyerahkan bantuan, Syahar banyak mendengar kisah Samidin selama dalam perjalanan dari Pinrang hingga akhirnya terdampar di Pulau Bakki, Barru.
Waktu itu Samidin kelaparan, sehingga ia berlabuh di sekitar permukiman warga. Samidin ternyata tidak meminta-minta. Ia menawarkan bekerja kepada penduduk dan diupah untuk membeli makan dan minum. (rif)
