MAKASSAR, BKM — Kondisi cuaca di Makassar dan daerah di Sulsel dalam beberapa hari terakhir tak menentu. Saat ini seharusnya telah memasuki musim kemarau, namun hujan masih tetap turun. Bahkan pada sejumlah kabupaten mengalami hujan yang cukup lebat hingga mengakibatkan banjir.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Agusmin mengatakan saat ini terdapat gangguan atmosfer di Sulsel. Yaitu adanya konvergensi di Teluk Bone bagian selatan. Kondisi konvergensi ini memanjang ke arah barat Sulsel hingga Selat Makassar bagian selatan. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan makin intens.
“Fenomena ini yang menyebabkan terjadinya hujan. Salah satu yang terdampak adalah wilayah yang dilalui fenomena tersebut. Termasuk banjir Jeneponto juga akibat dari fenomena ini,” terang Agusmin, Kamis (8/7).
Kondisi cuaca seperti ini diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Bahkan setelahnya, potensi hujan masih tetap ada di Makassar dan beberapa wilayah lain di Sulsel. Hal ini tentu membuat musim kemarau tahun ini sering diguyur hujan. Agusmin menegaskan, kalau ada hujan lebat di musim kemarau, pasti ada gangguan atmosfernya.
“Seperti halnya yang terjadi saat ini, adanya konvergensi itu menjadi faktor penyebab dari hujan lebat yang terjadi di sejumlah wilayah Sulsel. Potensi hujan akan terjadi jika ada gangguan atmosfer. Jadi jika disebut potensi (hujan), pasti ada. Cuma belum tahu kapan, karena sekarang sudah memasuki musim kemarau,” jelasnya.
Ia menambahkan, musim kemarau jangan dianggap tidak akan turun hujan. Potensi hujan selama kemarau, dikatakannya tetap ada, namun curah hujannya yang sedikit. “Yang perlu digarisbawahi bahwa musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan, akan tetapi curah hujannya semakin sedikit. Apalagi musim kemarau di Sulsel juga tidak merata saat ini,” tandasnya.
Wilayah yang sudah masuk musim kemarau adalah wilayah Sulsel bagian barat. Kemudian akan menyusul wilayah lainnya. “Puncak musim kemarau untuk wilayah Sulsel bagian barat itu Agustus – September,” tambahnya.
Jambatan Rusak
Salah satu wilayah yang terdampak terjadinya hujan deras adalah Kabupaten Bulukumba. Sejumlah jembatan mengalami kerusakan. Di antaranya jembatan Dusun Galung Lohe, Desa Tamaona Kecamatan Kindang, jembatan By Pao Dusun Tappalang, Desa Bontobulaeng, serta tanggul jembatan Katangka, Desa Batu Karopa, kecamatan Rilau Ale.
”Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum sementara ke lapangan,” ujar Kepala BPBD Bulukumba Akrim Amir, kemarin.
Dugaan sementara, kerusakan jembatan dimungkinkan selain derasnya curah hujan, juga kontruksinya yang tidak kuat menahan beban. Untuk itu akan dilakukan evaluasi terhadap pekerjaan konstruksi yang secara kualitas tidak layak.
”Pak Bupati sudah mengingatkan OPD terkait untuk memperhatikan kualitas pekerjaan konstruksi, dan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga,” ujar Kadis Kominfo Daud Kahal.
Hujan yang mengguyur wilayah selatan Sulsel, kemarin menyebabkan terjadinya banjir. Seperti di Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.
Di Bantaeng, genangan air mulai terjadi pada Rabu malam (7/7)pukul 20.00 Wita. Lokasi yang terdampak, di antaranya Kampung Gusung dan Lasepang di Kelurahan Lamalaka. Kampung Lembang, BTN Arakeke, dan BTN Lamalaka Indah, Kelurahan Lembang.
Di Kelurahan Malilingi, wilayah yang tergenang adalah Jalan Sungai Bialo. Sementara di Desa Rappoa, daerah yang terdampak yakni Kampung Cedo dan Rappoa
e. Pasar Baru dan Terminal Pasar Baru. Termasuk Jalan Pahlawan Sasayya BTN Thamrin Labandoe, dan BTN Erlita Sasayya Kelurahan Bonto Lebang , serta Jalan Melati di Kelurahan Pallantikang.
Irigasi Cedo ke arah Lasepang jebol, yang mengakibatkan meluapnya air sampai ke arah sungai Lasepang
. Selain itu, sungai Sasayya di belakang BTN Erlita juga jebol yang mengakibatkan air tumpah ke pemukiman warga
. Korban yang terdampak dan terendam banjir kurang lebih 1.000 rumah atau kurang lebih 5.000 jiwa. Evakuasi masyarakat disiapkan bila kondisi semakin parah. Tim Basarnas, TRC BPBD, Tagana Dinsos, PMI TNI dan Polri serta relawan lainnya disiagakan. (nug-min)
