MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melakukan evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP yang baru saja usai.
Danny mengatakan, secara umum, seluruh proses berjalan lancar namun tetap ada sejumlah kekurangan yang akan dibenahi untuk penyempurnaan PPDB tahun ajaran mendatang.
Salah satu yang harus diperbaiki adalah mekanisme penerimaan melalui jalur zonasi.
Dia mengakui, sejauh ini jalur zonasi belum bisa memenuhi aspek keadilan secara utuh. Pasalnya, penilaian hanya didasarkan pada jarak terdekat dari rumah pendaftar. Sementara calon siswa yang rumahnya tidak terlalu dekat tapi memiliki nilai cukup tinggi, tidak bisa terakomodir.
“Saya akan pikirkan itu. Masuk dalam evaluasi PPDB. Masak gara-gara alamat saja, orang pintar (yang tinggi nilai akademiknya) tidak lulus. Ini saya protes, ” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Minggu (11/7).
Seharusnya, lanjut dia, sistem zonasi ini dibagi dua. Ada yang akademik dan non akademik. Sehingga, calon siswa yang nilainya bagus bisa terakomodir walaupun misalnya, rumahnya agak jauh dari sekolah.
Sementara untuk jalur non akademik, tetap mengacu pada jarak rumah calon siswa dengan sekolah.
“Jadi mestinya zonasi itu dibagi dua, akademik dan non akademik. Ini tidak di bagi dua. Saya dapat komplain orang orang yang tidak masuk sekolah negeri padahal nilainya bagus, ” tambah Danny.
Lebih jauh dia mengemukakan, untuk siswa yang mendaftar lewat jalaur afirmasi (dari keluarga tidak mampu), perlu dipikirkan mereka yang tidak lolos.
Karena kuota yang disiapkan untuk jalur afirmasi terbatas. Tidak semua bisa dikomodir di sekolah negeri. Nah, bagi mereka yang tidak lulus, sangat sulit untuk melanjutkan sekolah ke swasta yang biayanya notabene lebih tinggi dari sekolah negeri.
Untuk mengakomodir mereka yang tidak tertampung di sekolah negeri, Danny mendorong sekolah-sekolah swasta untuk memberi jatah bagi anak yang tidak mampu, agar bisa bersekolah secara gratis.
“Ini sementara kami data sekolah-sekolah swasta yang akan menerima calon siswa yang tidak lolos sekolah negeri melalui jalur afirmasi,” tambah Danny.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, mengemukakan, wali kota sudah menginstruksikan dinas pendidikan untuk berkoordinasi dengan sekolah swasta yang ingin ikut program menyekolahkan siswa dari kalangan yang tidak mampu.
“Sementara kami data sekolah-sekolahnya, ” kata Nielma.
Sementara soal jalur zonasi yang ditawarkan wali kota, Nielma mengatakan, pada hakekatnya semua harus bisa sekolah. Harus mengakomodir kebetuhan anak didik sesuai aturan yang sudah ada.
Jika memang ada yang dinilai kurang pada proses PPDB tahun ajaran ini, tahun depan akan disempurnakan kekurangan tersebut. (rhm)

