TAKALAR, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar memastikan tidak akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bahkan, Pemerintah kabupaten tidak akan membatasi mobilitas masyarakat ataupun membuat posko penyekatan diperbatasan.
Justru sebaliknya, saat ini pemerintah mengupayakan agar sekolah tatap muka dibuka kembali melalui percobaan sekolah tatap muka pada sekolah SD dan SMP.
”Melihat kondisi sekarang, hampir semua anak-anak yang berkeliaran tidak menghiraukan protokol kesehatan,” kata Bupati Takalar, H Syamsari Kitta, Senin (12/7).
Oleh karena itu, bupati Takalar meminta agar sekolah tatap muka dibuka saja, dengan memberlakukan prokes yang ketat. Maka dengan cara itu, anak-anak justru akan lebih terjaga. Sekolah tatap muka ini akan berlangsung dengan sistem pembelajaran yang didesain agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Contohnya, kelas 1 dan 2 akan belajar tatap muka kemudian kelas 3 dan 4 masuk jam berikutnya. Sehingga jam belajar siswa hanya berlangsung dua jam. Selain memenuhi kebutuhan pendidikan secara offline para siswa, langkah ini juga diambil pemerintah sebagai upaya untuk memperkuat UMKM yang hampir dua tahun ini tertatih bertahan di tengah pandemi.
”Kita tidak menerapkan PPKM. Cukup dengan protokol Covid-19 yang ketat untuk memperkuat UMKM,” tegas H Syamsari.
Bupati Takalar menilai, di masa pandemi ini tidak membuat masyarakat menyerah. Tetapi harus disikapi dengan melakukan kegiatan variatif tanpa melanggar protokol kesehatan. (ira/c)
