MAKASSAR, BKM– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meminta pihak penyelenggara pendidikan di Sulsel mewajibkan pembelajaran bahasa daerah di sekolah.
Pasalnya, menurut Sudirman, saat ini jarang sekali ditemukan anak-anak yang bisa menggunakan bahasa daerahnya sendiri.
“Saya tidak mau hilang itu bahasa nanti. Karena anak-anak itu sekarang banyak tidak peduli dengan bahasa daerahnya. Hanya dipakai saja untuk dapat nilai di SD, SMP. Setelah SMA tidak ada, sudah hilang,” katanya saat memberikan sambutan secara virtual di pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) SMA/SMK/SLB tahun ajaran 2021-2022, Senin, (12/7).
Pria kelahiran Bone tersebut, menambahkan, selain bahasa daerah, perlu juga menguasai minimal satu bahasa asing dan satu bahasa terutama bagi muslim yakni bahasa Arab.
“Kedua bahasa asing. Harus menguasai satu bahasa asing. Mau bahasa Inggris, mau bahasa Mandarin silakan saja, bahasa Arab. Yang terakhir mungkin bahasa Islam, bahasa Arab kita cenderungkan mereka belajar, tutur Adik Menteri Pertanian Periode 2014-2019 tersebut.
Lebih lanjut ia meminta ke pihak sekolah untuk tidak memaksakan siswa untuk menguasai bahasa-bahasa tertentu. Cukup diberikan kebebasan untuk belajar bahasa daerah sesuai keinginannya. Begitupun dengan bahasa asing.
Selain itu, menurutnya pembelajaran bahasa bagi siswa bisa dimasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.
Menyikapi keinginan plt gubernur, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Makassar Masita, menjelaskan, pelajaran Bahasa Daerah merupakan pelajaran muatan lokal yang sampai saat ini masih ada. Hanya saja, untuk tenaga pendidik pelajaran Bahasa Daerah yang tidak ada.
“Sudah pernah ada masuk dalam pelajaran muatan lokal. Hanya saja tidak ada guru bahasa daerah, jadi dengan sendirinya tidak ada. Kalau mengambil guru honor yang berat membayar insentifnya, karena tidak ada peruntukannya untuk honor guru bahasa daerah. Kalau ada pengangkatan guru bahasa daerah dalam mata pelajaran muatan lokal kami bersyukur sekali, untuk mempertahankan budaya bahasa daerah. Saya sangat mendukung bila ada lagi pelajaran bahasa daerah,” jelas Masita. (jun)
