MESKI di tengah pandemi covid-19 yang sudah dua tahun melanda Indonesia, khususnya kota Makassar, ternyata tak menyurutkan langkah masyarakat untuk mempertahankan usahanya. Seperti halnya Toto, pemilik usaha kelapa bakar di Jalan Hertasning, Aroepala.
Laporan: MUH YUSUF
Menghadirkan sensasi menyegarkan, tak heran jika banyak orang begitu menyukai air kelapa. Bukan hanya itu saja, air kelapa juga dikenal memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Termasuk jika mencicipi kelapa bakar.
Kelapa muda milik Toto tersebut awalnya benar-benar dibakar di tumpukan arang menggunakan tong besi.
Warga Perumahan Minasa Upa ini kepada penulis, bahkan mengaku, usaha Warung Kelapa Bakar 17 ini sudah berdiri sejak tiga tahun yang lalu. Beberapa khasiat dari kelapa bakar untuk mengobati organ dalam tubuh yang sakit.
“Pada dasarnya kelapa bakar menetralisir penyakit dalam. paling utama ginjal, darah tinggi, darah rendah, diabetes, asma,” ujarnya saat di temui di warung nya, kemarin.
Sementara bahan yang diperlukan untuk pembuatan kelapa bakar, jelas Toto, tergantung dari pesanan konsumen.
“Bahan bakunya pasti kelapa muda, tapi di dalamnya ada campurannya, banyak banyak dia punya pilihan ada original, ada komplit, ada rempah Jawa,” Katanya.
Harga yang dipatok Toto cukup terjangkau. Mulai dari harga terendah Rp15.000 sampai dengan harga tertinggi Rp30.000.
Apalagi selama pandemi ini, penjualan kelapa bakar meningkat drastis dibandingkan sebelum adanya pandemi, karena diduga kelapa muda bakar dapat mencegah penyebaran covid-19.
“Alhamdulillah, sejak PSBB pertama banyak yang membeli. Bahkan ada saya punya pelanggan tetap, begitu ia minum dan langsung swab, Alhamdulillah hasilnya negatif. Padahal awalnya positif tanpa gejala,” Jelasnya.
Kelapa yang diproduksi pun, juga berasal dari berbagai daerah mulai dari Jeneponto, Bulukumba, hingga Bone. Iapun mengakui kualitas Kelapa dari daerah Jeneponto.
“Kelapa dari Jeneponto paling bagus, tidak tua dan tidak muda di tengahnya,”imbuhnya.
Warung kelapa bakar milik Toto cukup strategis. Karena ia sadar bahwa bukan hanya kalangan atas untuk menikmati tetapi seluruh kalangan bisa menikmatinya.(*)
