MAKASSAR, BKM — PT Insight Investments Management (INSIGHT) bersama Yayasan Inspirasi Indonesia Membangun (YIIM) kembali mengadakan kelas pelatihan kewirausahaan. Pelatihan berfokus untuk mengasah keterampilan dan menciptakan peluang kerja dalam situasi sulit selama masa pandemi. Khususnya bagi warga yang kurang beruntung secara ekonomi.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 29,12 juta orang usia kerja di Indonesia terkena dampak pandemi Covid-19 pada Agustus 2020. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melonjak menjadi 7,07 persen dari 5,23 persen.
Berangkat dari data yang ada, sesuai dengan visi INSIGHT untuk menjadi Manajer Investasi yang unik dan memberi nilai tambah bagi stakeholders, dan misi INSIGHT yakni mengajak masyarakat investor untuk berinvestasi dan peduli guna menunjang kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk-produk jasa keuangan.
Direktur PT Insight Investments Management, Ria M Warganda menyatakan, program kelas pelatihan kewirausahaan yang diadakan INSIGHT ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membimbing para alumni kelas pelatihan INSIGHT yang berasal dari masyarakat kurang beruntung secara ekonomi, menjadi orang-orang yang sukses dalam berwirausaha.
Salah seorang di antaranya adalah Muslih Ridwan. Setelah mengikuti kelas pelatihan kuliner, ia memberanikan diri menjalankan usaha berdagang mie ayam. Selain mendapatkan kesempatan pelatihan, Muslih juga memperoleh bantuan peralatan usaha mie ayam. Sebelum pelatihan, Muslih hanyalah seorang pekerja serabutan yang memiliki penghasilan tidak tetap. Namun setelah memiliki usaha sendiri, Muslih dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
Ada pula Wanmayetti, seorang alumni pelatihan kuliner yang mengetahui informasi tentang adanya pelatihan kewirausahaan INSIGHT lewat seorang teman. Ia dan lebih dari 20 orang ibu-ibu dan remaja perempuan yang bernaung di bawah Koperasi Gemah Ripah, telah mengikuti pelatihan kuliner.
Setelah mengikuti pelatihan tersebut mereka membuka usaha kue dan nasi box. Wanmayetti bahkan turut menjadi fasilitator pada kelas memasak selanjutnya, yang diadakan oleh INSIGHT bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada 23-25 November 2020 di kantor gubernur Provinsi Bali, Kota Denpasar.
Kisah sukses lain dialami Regita Cahyani, alumni pelatihan tata rias yang kini sudah merintis usaha sendiri sebagai penata rias keliling. Sebelumnya, Regita memiliki keterbatasan ekonomi dan hanya membantu bibinya yang memiliki usaha jasa tata rias.
Setelah mengikuti pelatihan tata rias oleh INSIGHT, Regita semakin mandiri dengan merintis usaha tata rias bernama Gitaacms Wedding dengan peralatan tata rias yang juga disediakan oleh INSIGHT sebagai modal awal. Regita Cahyani juga turut menjadi salah satu fasilitator pada kelas tata rias yang diadakan di Denpasar, Bali.
”Sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan dan mengakhiri ketimpangan sosial, INSIGHT akan berupaya dalam memberikan peluang kepada masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi untuk menjadi wirausaha agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujar Ria M Warganda.
Ria mengatakan, pihaknya turut senang dengan kesuksesan para alumni kelas pelatihan yang telah dilaksanakan secara berkelanjutan. Tentu hal ini memotivasi untuk terus mengembangkan produk-produk Reksa Dana INSIGHT yang selalu memiliki misi sosial.
INSIGHT mengalokasikan khusus sebagian pendapatan untuk dana sosial. Dimana salah satunya disalurkan pada kegiatan pelatihan kewirausahaan ini.
”Kami juga berharap dengan semakin besarnya dana kelolaan yang dipercayakan investor, maka kontribusi sosial INSIGHT akan semakin berkembang di kemudian hari,” tandasnya. (mir)
