MAKASSAR, BKM–Dua kubu kader Golkar yang berseberangan di Tana Toraja belum menemukan kata sepakat agar bisa digelar musyawarah daerah (musda) X.
Kedua kubu itu masing-masing dari sang petahana Viktor Datuan Batara yang pernah tercatat sebagai wakil bupati serta kubu Yariana Somalinggi yang kini tercatat sebagai istri Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung.
Yariana yang juga anggota Fraksi Golkar DPRD Toraja mendapat dukungan dari para sesepuh partai serta pimpinan kecamatan (pimcam), sedangkan Viktor mendapat dukungan dari para pimcam yang baru saja ditunjuk oleh pelaksana tugas (plt) ketua Golkar Toraja Lukman B Kady.
Sebelumnya, ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe telah menugaskan empat kader untuk melakukan mediasi kepada dua kubu yang bersengketa.
Mereka yang diberi tugas masing-masing Arfandi Idris, Jhon Rende Mangontan serta Lukman B Kady.
Arfandi yang juga Wakil ketua bidang organisasi Golkar Sulsel mengatakan pihaknya baru melakukan komunikasi dengan pengurus DPD II Golkar dan bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung.
“Rupanya memang dengan pelaksanaan kegiatan Partai Golkar di Tana Toraja ini ada beberapa hal yang diartikan sebagai mis komunikasi dalam penerapan, baik itu dalam penunjukan Plt maupun tahapan yang dilakukan oleh Plt di Tana Toraja,”ujar Arfandy Idris di DPRD Sulsel, Rabu (14/7).
Anggota DPRD Sulsel ini menyebutkan tidak mempertemukan langsung kedua pihak, karena tidak ingin ada argumen satu sama lain. “Kita komunikasinya sendiri-sendiri. Kami tidak pertemukan karena kita mau tahu dulu seperti apa permasalahannya, rupaya setelah kita bicara ada mis komunikasi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Arfandi ingin mempertemukan kedua kubu agar ada titik temunya karena masing-masing nanti mengeluarkan pandangan dan pendapatnya tentu berkaitan pada bicara pada dirinya. “Akhirnya kita mengambil sebuah metode terpisah komunikasinya,” lanjutnya.
Soal pelaksaan musda, Anggota komisi A DPRD Sulsel ini hanya mengatakan masih dalam proses komunikasi. “Kita tidak serta merta ada kubu tetapi kita bicara secara keseluruhan bahwa tidak ada kubu-kubuhan ini berkaitan dengan konsolidasi partai. Untuk itu kita mau bagimana caranya mereka bisa mengedepankan kepentingan partai dari pada bicara kepentingan kubu posisinya begitu,” bebernya. (rif)
