Site icon Berita Kota Makassar

Pemprov Akui Kongkalikong di Pengadaan Barang Berkurang

MAKASSAR, BKM– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), Andi Bakti Haruni, mengklaim kongkalikong dalam proses lelang proyek di lingkup pemerintah provinsi berkurang.
Menurutnya, tingkat peserta lelang jauh lebih meningkat. Ini bisa dilihat dari angka sanggahan menurun. Hal ini kata dia, juga tidak terlepas dari adanya pembenahan yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel.

“Tingkat kepuasan peserta lelang jauh lebih tinggi. Kemudian saya melihat angka sanggahan menurun. Kemudian jumlah uang yang kita efisiensikan akibat tender juga menjadi semakin tinggi, semakin banyak. Itu adalah tolak ukur bahwa terjadi persaingan dengan baik. Terus yang kedua sanggahan menurun, yang ketiga kita lakukan efisiensi pengelolaan anggaran. Karena orang mulai bersaing dari sisi penawaran,” katanya, Rabu, (14/7).
Terpisah, Asisten II Bidang Ekonomi, Muhammad Firdha menyebutkan, Pemprov akan memberikan kesempatan kepada para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk ikut tender proyek.

Untuk itu kata dia, perlu menyosialisasikan dokumen-dokumen yang dibutuhkan oleh para peserta tender termasuk UMKM. Apalagi, UMKM sudah bisa ikut sebagai peserta tender dengan nilai hingga Rp15 miliar.
“Kita kan melakukan pembukaan kepada UMKM supaya dipahami dokumen yang dibutuhkan. Supaya semua bisa ikut kompetisi dengan sehat. Apalagi UMKM sekarang bisa mengikuti sampai Rp15 miliar,” ujarnya.
Sebelumnya, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan, akan membuat sistem tender serba transparan.
Selain itu, dalam pokja juga dilakukan sistem pengacakan (random), agar tim yang ada sifatnya tidak permanen.
Hal ini diterapkan dengan tujuan untuk meminimalisir sistem permainan dengan kontraktor dalam proses tender proyek. (jun)

Exit mobile version