MAKASSAR BKM — Sebanyak 34 taman tematik bakal dibangun Pemkot Makassar. Taman tersebut untuk menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) yang belum memadai.
Taman tematik tersebut akan dibangun secara bertahap di sejumlah lokasi.
Kepala Seksi Pengelolaan dan Pemeliharaan RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Masri mengatakan, khusus tahun ini, Pemkot Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp4 miliar dengan menyasar enam titik. Diantaranya Jalan Arief Rate, jalur hijau Jalan Ahmad Yani, Jalan Nusantara Baru, Jalan Penghibur, Jalan Penghibur Pasar Ikan, dan Jalan Haji Bau.
“Jadi tahun ini, kita siapkan anggaran sebesar Rp4 miliar. Anggaran itu untuk membuat taman tematik di enam titik,. Anggaran tersebut diambil dari APBD” ungkap Masri.
Namun, kata dia, pihaknya tidak hanya mengandalkan APBD karena anggaran cukup terbatas. Karena itu, akan dipadukan bersama dengan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan.
Beberapa perusahaan swasta menyatakan sudah tertarik untuk ikut berkontribusi. Misalnya, Kalla yang akan membantu Playground taman bermain anak.
Sementara di titik nol yang berlokasi di ujung tol dekat pelabuhan, PT Pelindo akan berpartisipasi.
“Jadi kita sisa persiapan tanah saja, administrasi CSR,” katanya.
Kehadiran taman tematik tersebut, lanjut dia, selain memberikan penambahan RTH juga memberikan kesan estetik bagi tamu yang masuk ke Makassar.
“Kayak Nusantara Baru, itukan kalau orang masuk dari tol ke kota. Kan di Nusantara Baru pas pintu masuknya. Kira tata supaya enak dipandang orang masuk langsung bilang wih makassar cantiknya,” lanjut dia.
Terkait rencana pembangunannya Masri menambahkan, masih menunggu situasi covid-19 redah. Selain itu anggaran masih disiapkan lantaran adanya antisipasi pengalihan anggaran Covid-19 jika sewaktu-waktu dibutuhkan
“Kita mau dari awal tahun tapi covid kita tunggu dulu kah ini. Jangan sampai ada kebutuhan anggaran dari APBD. kita ready saja karena pekerjaan nda lama ko paling dua hingga tiga bulan. Ini juga rencana sebagian akan dilelang sebagian ditunjuk langsung. Secara administrasi juga sudah lengkap. Sudah ada perencanaannya, RAB ada,” ucapnya.
Sementara total RTH dengan pembangunan 34 titik diproyeksi menambah kurang dari 1 persen RTH Kota Makassar.
Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Bahar Cambolong mengungkapkan, tambahan area RTH sangat dibutuhkan saat ini. “Karena gedung-gedung besar dan bangunan beton semakin bertambah di segala sisi kota, namun RTH sulit bertambah,” tuturnya. (rhm)
