WAJO, BKM — Bupati Wajo Amran Mahmud sesumbar membawa wilayahnya sebagai pengekspor daging sapi terbesar di Sulsel melalui program andalan “Duo Amran”.
Amran kini terus mendorong warga menggeluti pengembangan penggemukan sapi. Keinginan ini tentu bukan tanpa alasan, sebab Wajo memang memiliki potensi lahan untuk pengembangan sapi potong.
“Kami berharap pola kemitraan ini dapat dikembangkan. Selain nilai ekonominya tinggi, juga dapat membuka lapangan kerja,” beber Amran usai meninjau lokasi penggemukan sapi potong di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Rabu (14/7).
Menurutnya, salah satu program kerja Pemkab Wajo adalah menjadikan Kota Sutra (sebutan lain untuk Wajo) sebagai daerah pengekspor daging sapi. Ini adalah 1 di antara 25 programnya bersama Amran, S.E., dalam menjalankan pemerintahan di Wajo selama lima tahun.
Sekadar diketahui, penggemukan yang dikembangkan di Desa Arajang dikelola tiga kelompok dengan sistem bergulir. Merupakan binaan PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) melalui dana corporate social responsibility (CSR). Selain penggemukan, kelompok ini juga menghasilkan pupuk organik dan bio gas.
Amran juga berterima kasih kepada PT EEES atas alokasi anggaran CSR yang dialihkan kepada warga Desa Arajang untuk pengembangan usaha penggemukan dan pengembangan bio gas. (ono/C)

